3 Hal Menarik Warnai Reshuffle Kabinet Kali Ini

Rakhmatulloh, Sindonews · Kamis 29 April 2021 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 337 2402577 3-hal-menarik-warnai-reshuffle-kabinet-kali-ini-eOJZ25pVkk.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Sementara terkait dengan Bahlil, reshuffle ini memberikan peluang bagi Bahlil untuk menunjukkan kompetensi/kemampuannya dalam mengelola investasi domestic dan luar negeri lebih maksimal agar bisa menggerakkan kembali pertumbuhan ekonomi masyarakat di tengah bencana Pandemi.

Kendati demikian, Bahlil juga memiliki sejumlah tantangan. Tantang pertama terkait dengan koordinasi dengan Kementerian lain yang menangani sector-sektor pembangunan lainnya yang capaiannya bisa menjadi indicator tingkat daya Tarik investasi ke Indonesia/ bisa memotivasi investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Contohnya terkait dengan hal tersebut misalnya sector ketenagakerjaan yang ditangani oleh Kemenakertrans dan juga sector pariwisata dan industry kreatif yang ditangani oleh Kemenparekraf.

"Kemampuan Bahli dalam berkolaborasi dengan bidang-bidang kementerian terkait semacam itu sangat menentukan tingkat capainnya dalam mendorong investor asing untuk berinvestasi di Indonesia," ulas Nyarwi.

Lebih laniut Nyarwi mengatakan, tantangan yang kedua ada pada sektor-sektor lain yang berperan penting dalam mendukung kelancaran dan daya tarik investasi yang selama ini kewenangannya ada di kementerian lain seperti Kementerian Keuangan. Langkah-langkah strategis perlu dilakukan oleh Bahlil dalam mengelola tantangan ini agar Global Competitive Index Indonesia terus meningkat dan persepsi positif dari para investor asing tentang kemudahan berinvestasi di Indonesia juga terus menguat.

Bahlil Lahadalia (Foto : Okezone.com)

"Tantangan ketiga terkait dengan bagaimana mengelola peran dan kewenangan Pemerintah Daerah/Kepala Daerah di dalam pengelolaan investasi di sector-sektor tertentu di berbagai daerah di Indonesia. Pola komunikasi yang baik dan alternative kebijakan yang lebih baik perlu dirumuskan oleh Bahlil untuk mengatasi tantangan tersebut," ungkap Nyarwi.

"Di sini Bahlil dituntut untuk memiliki kemampuan lebih dan perlu memiliki sumber daya yang memadai untuk mengelola ketiga jenis tantangan di atas," sambun Pengamat Komunikasi Publik UGM itu.

Kedua, kata Nyarwi, dalam reshuffle kali ini, nama-nama lain yang dianggap sebagai sosok kontroversial, seperti Kepala KSP Jenderal (Purn) Moeldoko tidak masuk dalam daftar reshuffle. Ini menunjukkan kepercayaan Presiden Jokowi pada Moeldoko masih cukup besar dan diandalkan untuk mengawal agenda-agenda penting dalam Pemerintahan Presiden Jokowi tiga tahun mendatang.

"Hal ini juga menandakan bahwa dalam menjalankan reshuffle, Presiden Jokowi menggunakan hak prerogratifnya sebagai presiden, sehingga mampu otonom dan tidak mudah untuk diintervensi dengan pihak-pihak manapun, khususnya kelompok-kelompok yang cukup keras mengkritisi keterlibatan Moeldoko dalam KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumut 5 Maret 2021 lalu," ujarnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini