Misteri Makam Sunan Bonang di Tiga Lokasi

Doddy Handoko , Okezone · Kamis 29 April 2021 07:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 337 2402572 misteri-makam-sunan-bonang-di-tiga-lokasi-CeYCKZXMoY.jpeg Makam Sunan Bonang di Tuban. (Foto: Disparbudpoda Kab Tuban)

DALAM Babad Tanah Jawi diceritakan bahwa Sunan Bonang wafat karena usia lanjut saat berdakwah di Pulau Bawean pada tahun 1525. Makam Sunan Bonang ada di beberapa lokasi.

Makam yang paling dikenal terletak di belakang masjid Agung Tuban. Di dekat astana mesjid yang mungil itulah terletak makam Sunan Bonang.

Lokasi kedua di sebuah bukit Kemuning di Desa Bonang, di pantai utara Jawa, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Di kaki bukit itu konon juga terdapat makam Sunan Bonang, tanpa cungkup dan tanpa nisan, hanya tertandai oleh tanaman bunga melati. 

Terdapat juga batu yang digunakan sebagai alas untuk sholat, di batu itu terdapat jejak kaki Sunan Bonang. 

Baca juga: Kisah Sunan Kalijaga Pernah Jadi "Maling Budiman" dan Merampok Sunan Bonang

Situs ini berdampingan dengan makam Putri Cempo (Cempa, Campa). Sunan Bonang adalah putra Sunan Ngampel Denta yang berasal dari Cempa. 

Lokasi ketiga adalah makam Sunan Bonang di Tambak Kramat, Pulau Bawean. Konon setelah Sunan Bonang wafat di Bawean, murid-muridnyadi Tuban menghendaki agar Sunan Bonang dimakamkan di Tuban, tetapi para santri di Bawean berpendapat sebaiknya dimakamkan di Bawean, mengingat lamanya perjalanan menyeberangi laut.

Sementara itu, murid-murid yang berasal dari Madura dan Surabaya menginginkan jenazah beliau dimakamkan dekat ayahandanya yaitu Sunan Ampel di Surabaya.

Baca juga: Misteri Sumur Buatan Sunan Bonang di Pinggir Pantai yang Berair Tawar

Dalam hal memberikan kain kafan pembungkus jenazah, mereka pun tak mau kalah. Jenazah yang sudah dibungkus kain kafan oleh orang Bawean masih ditambah lagi dengan kain kafan dari Surabaya. 

Pada malam harinya, orang-orang Madura dan Surabaya menggunakan ilmu sirep untuk membikin ngantuk orang-orang Bawean dan Tuban. 

Lalu mengangkut jenazah Sunan Bonang ke dalam kapal dan hendak dibawa ke Surabaya. Karena tindakannya tergesa-gesa, kain kafan jenazah itu tertinggal satu. 

Kapal layar bergerak ke arah ke Surabaya. Tetapi ketika berada di perairan Tuban, tiba-tiba kapal yang digunakan mengangkut jenazahnya tidak bisa bergerak, sehingga terpaksa jenazah Sunan Bonang dimakamkan di Tuban yaitu di sebelah barat Masjid Jami Tuban. 

Sementara kain kafan yang ditinggal di Bawean ternyata juga ada jenazahnya. Orang-orang Bawean pun menguburkannya dengan penuh khidmat.

Dengan demikian ada dua jenazah Sunan Bonang. Dengan demikian tak ada permusuhan di antara murid-muridnya. Makam yang dianggap asli adalah yang berada di Kota Tuban sehingga sampai sekarang makam itu banyak diziarahi orang dari segala penjuru Tanah Air.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini