Kasus Rapid Antigen Bekas di Kualanamu, DPR: Tindak Tegas & Beri Sanksi Berat

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 29 April 2021 05:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 337 2402555 kasus-rapid-antigen-bekas-di-kualanamu-dpr-tindak-tegas-beri-sanksi-berat-Xk9Pnsb6SA.jpeg Polisi menggerebek praktik penggunaan alat rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu. (Foto: Dok Polda Sumut)

JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR RI, Melchias Markus Mekeng meminta aparat penegak hukum menindak tegas dan memberikan sanksi berat terhadap pelaku penggunaan rapid test antigen bekas untuk pengetesan Covid-19 di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Kami meminta agar aparat penegak hukum, aparat kepolisian betul-betul menindak tegas dan berikan sanksi yang berat, bagi siapa saja yang terlibat dalam persoalan layanan tes antigen bekas yang terjadi di bandara Kualanamu, Sumatera Utara,” ucap Mekeng dalam keterangan yang diterima, Kamis (29/4/2021).

Mekeng juga menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap pelaku penggunaan alat bekas ini. “Tidak boleh ada toleransi terhadap peristiwa ini, karena ini betul-betul menjadi klaster tersendiri penularan Covid-19 di Sumatera Utara seperti di Bandara Kualanamu,” kata dia.

Baca juga: Kimia Farma Sanksi Petugas Beri Layanan Rapid Test Antigen Bekas di Bandara Kualanamu

Selain itu, Mekeng meminta agar masyarakat yang pernah melakukan pengetesan di lokasi tersebut untuk ditelusuri dan dicek ulang agar mengetahui apakah tertular Covid-19 atau tidak.

“Mesti dicek betul, sejak kapan peristiwa ini dilakukan, dan dilakukan pada nama-nama siapa saja penduduk setempat yang tes tersebut. Harus dipastikan bahwa semua orang melalui tes tersebut harus dites kembali lagi tentang kondisinya itu, terutama terkait dengan apakah mereka tertular melalui pemakaian antigen bekas yang terjadi di Kualanamu Sumut ini,” katanya.

“Jadi kami meminta aparat hukum memberikan sanksi sekeras-kerasnya terhadap siapa saja yang terlibat dalam persoalan ini,” tegas Mekeng.

Baca juga: Polisi Gerebek Rapid Antigen Pakai Alat Bekas di Sumut, Warganet: Sudah Gila!

Mekeng juga meminta agar kepolisian, Satgas Covid-19 maupun Kementerian Kesehatan memastikan tidak ada kejadian serupa di daerah lain.

“Karena juga kondisi yang sama juga ini bisa saja terjadi, modus yang sama bisa saja terjadi atau yang lain, intinya bahwa tidak boleh ada penggunaan lebih dari sekali swab antigen ataupun juga misalnya PCR atau apa saja yang terkait dengan penggunaan testing. Jadi itu menjadi klaster terbaru penularan Covid ya,” tegas Mekeng.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini