PKB dan PKS Sepakat Tak Ingin Umat Terluka karena Politik

Rakhmatulloh, Sindonews · Rabu 28 April 2021 23:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 337 2402500 pkb-dan-pks-sepakat-tak-ingin-umat-terluka-karena-politik-WlnaPVU0u5.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Sejumlah pengurus DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar silaturahmi di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (28/4/2021).

(Baca juga: Duh! Sugiyono Terlilit Utang Rp1,5 Triliun Gara-Gara Semut Rangrang)

Pertemuan yang juga dilanjutkan dengan buka puasa bersama ini langsung dipimpin Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI dan Presiden PKS, Ahmad Syaikhu.

Setelah pertemuan Sekjen DPP PKB, Hasanuddin Wahid dan Sekjen DPP PKS, Habib Aboebakar Alhabsy menggelar jumpa pers bersama. Hasanuddin mengatakan, kedua partai memiliki kesamaan yakni berbasis keumatan. Hanya bedanya, jika PKB berada di pemerintahan, PKS berada di luar pemerintahan alias oposisi.

(Baca juga: Ruangan Azis Digeledah, PKS: Mungkin Sudah Komunikasi dengan Pimpinan DPR)

"Bagi kami ini sangat baik. PKB bagian amar maruf dan PKS bagian nahi mungkar. Dan tugas kita jadi lengkap amar maruf nahi mungkar. Dan posisi ini membuat kita semua bisa melihat negeri ini secara utuh dan lengkap," ujar Hasanuddin.

Hasanuddin juga menyebut silaturrahmi PKS ini akan membawa berkah, dan diharapkan membawa Indonesia akan bangkit dari keterpurukan, dan bisa mengatasi covid dan membawa kebangkitan ekonomi.

"Jadi garis besarnya pertemuan ini memperkuat Kebangkitan Bangsa untuk mewujudkan Keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," ungkap pria yang akrab disapa Cak Udin.

Lebih lanjut Cak Udin mengatakan semua problem politik dan sisa-sisa residu Pileg, Pilpres, dan Pilkada 2019 bisa selesaikan.

"Kita sama-sama tak mau ada umat yang terluka gara-gara politik. Karena PKB dan PKS politiknya Rahmatan Lil Alamin. Agar Indonesia mampu menjadi bangsa yang benar-benar bangkit maju dan sejahtera," tegasnya.

Sementara itu, Sekjen PKS Habib Aboebakar mengatakan silaturrahmi PKS ke PKB ini agenda di bulan Ramadan yang berkah. Banyak titik temu dalam persoalan keumatan, karena PKB dan PKS mengusung Islam rahmatan lil alamin.

"PKB dan PKS sama-sama lahir dari rahim umat. Sama-sama lahir dari pesantren. Semua menjadikan bapak bangsa yang sama, Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari," kata Habib Aboe sapaan akrabnya.

Dengan kebersamaan ini, kata Habib Aboe, PKS dan PKB akan melakukan kerjasama lanjutan untuk membawa bangsa ini bangkit menuju keadilan dan kesejahteraan. "Perlu ada kenaikan taraf hidup umat agar lebih sejahtera. Di masa covid, kita membantu pemerintah agar bisa selesai dari masalah ini," tegasnya.

Bagi Habib Aboe, PKB dan PKS menyadari bahwa perlu ada sinergi dalam membangun Islam rahmatan lil alamin. Yakni dengan menjaga suasana keumatan agar tetap sejuk tanpa gesekan.

"Kita juga bersama-sama membangun ekonomi syariah. Menjadikan Indonesia sebagai satu kekuatan ekonomi Syariah dan halal di dunia," tandasnya.

Dalam pertemuan ini, Syaikhu didampingi jajaran pimpinan DPP PKS, yaitu Sekjen Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Ketua Fraksi PKS DPR RI Dr. Jazuli Juwaini, Ketua DPP Dr. H. Ali Akhmadi, M.A, Ketua DPP Dr. Anis Byarwati, Ketua DPP Dr. Mardani Ali Sera, Wasekjen Dr. Moh. Rozaq Asyhari, Wakil Ketua DPP K.H. Mahmud Mahfudz, Sekbid Humas Kurnia Wijaya dan Kepala Staf Presiden PKS Pipin Sopian.

Sedangkan Gus AMI selaku tuan rumah menyambut bersama Waketum Hanif Dhakiri, Sekjen PKB M. Hasanuddin Wahid, Ketua DPP PKB yang juga Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Reza, Ketua Komisi X Syaiful Huda, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh, Anggota DPR Anggie Ermarini, Sekretaris Fraksi PKB DPR Fathan Subhi, serta Wakil Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini