Hadir di Sidang Juliari, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi : Sama-Sama Pembalap

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 28 April 2021 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 337 2402149 hadir-di-sidang-juliari-ketua-dprd-dki-prasetyo-edi-sama-sama-pembalap-lpfhL2YlTW.jpg Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (Foto : Okezone.com/Arie)

JAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi tiba-tiba menyambangi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada hari ini. Kedatangan Politikus PDI-Perjuangan tersebut untuk memberikan dukungan kepada rekannya yakni, mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara.

Di mana pada persidangan hari ini, Juliari Batubara kembali dihadirkan secara langsung ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebagai terdakwa dalam perkara dugaan suap terkait pengadaan Bantuan Sosial (Bansos) untuk penanganan Covid-19.

"Pertama-tama, Pak Juliari Batubara kan teman saya dari masa saya sebagai pembalap sampai hari ini, mantan ketua BPIP, kebetulan satu partai, saya ingin memberi support mental beliau agar kuat ajalah," beber Prasetyo Edi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (28/4/2021).

"Sebagai pertemanan, sebagai temanlah, teman lama ya, satu partai dengan saya ya di PDI-Perjuangan, beliau sama-sama pembalap. Beliau jadi Ketum PB IMI. Kedekatan beliau dengan saya sangat dekat," imbuhnya.

Prasetyo mengaku belum bertemu secara langsung dengan Juliari Peter Batubara. Ia pun berharap agar persidangan Juliari Batubara dapat berjalan dengan objektif. "Belum. Belum (bertemu). Saya masuk beliau sudah di depan. (Harapannya) ya supaya objektif lah," pungkasnya.

Sekadar informasi, Juliari Peter Batubara didakwa menerima suap sebesar Rp32.482.000.000 (Rp32 miliar) dari para pengusaha yang menggarap proyek pengadaan Bansos untuk penanganan Covid-19.

Baca Juga : Juliari Batubara Pertanyakan Asal Usul Suap Rp29 Miliar di Dakwaan Jaksa

Puluhan miliar uang dugaan suap untuk Juliari Batubara itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19. Diantaranya yakni, PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama.

Uang sebesar Rp32 miliar itu diduga diterima Juliari Batubara melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso. Adapun, rincian uang yang diterima Juliari melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko yakni, berasal dari Konsultan Hukum, Harry Van Sidabukke, senilai Rp1,28 miliar.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini