Dikabarkan Terlempar dari Kabinet, Ini Cerita Bambang Brodjonegoro soal Peleburan 2 Kementerian

Dita Angga R, Sindonews · Rabu 28 April 2021 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 337 2402001 dikabarkan-terlempar-dari-kabinet-ini-cerita-bambang-brodjonegoro-soal-peleburan-2-kementerian-BvXR46TuC0.jpg Bambang Brodjonegoro (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bambang Brodjonegoro dikabarkan terlempar dari Kabinet Indonesia Maju. Pasalnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini akan melantik empat pejabat negara.

Mereka di antaranya Nadiem Makarim sebagai Mendikbud dan Ristek, Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi, Laksana Tri Handoko sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Indriyanto Seno Adji sebagai anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dengan pelantikan itu, maka Kemenristek yang digawangi Bambang Brodjonegoro sudah tak ada lagi. Setelah adanya keputusan penggabungan Kemenristek ke Kemendikbud dan pemisahan BRIN dari Kementerian, Bambang sempat bercerita soal institusi yang dipimpinnya tersebut.

Pada saat itu Bambang mengatakan hingga keputusan peleburan hanya perpres struktur organisasi Kemenristek yang diterbitkan. Sementara perpres terkait struktur organisasi BRIN belum juga terbit. Dia menyebut bahwa memimpin organisasi lini dengan struktur seadanya.

“Perpres Ristek yang keluar dan saya sudah lantik. Tapi isinya Sesmen (Sekretaris Menteri), Staf Ahli, that’s it. Sesmen pun tidak punya organisasi. Staf ahli juga tahu sendiri tidak punya struktur. Jadi hanya dengan itu saja saya coba jalankan organisasi,” katanya dikutip dari akun youtube Ikatan Alumni Program Habibie Center (IABIE), Minggu 12 April 2021.

“BRIN-nya yang harusnya menjadi yang utuh. Lengkap dengan eselonisasi nya, lengkap dengan deputi-deputi, sestama dan segala macam lengkap dengan organ-organnya itu tidak pernah muncul,” ujarnya.

Bambang mengatakan bahwa tidak pernah munculnya Perpres Organisasi BRIN karena ada pihak yang menginginkan bahwa BRINnya harus dipisah dari Kemenristek. Diman BRIN harusnya menjadi organisasi yang melakukan penelitian secara konkret.

“Ya kebetulan saya tidak terlalu favor (berkenan) cara itu. Sehingga akhirnya deadlock selama satu tahun. Perpresnya tidak pernah keluar,” tuturnya.

Baca Juga : Dikabarkan Lolos dari Reshuffle Kabinet, Ini Profil Singkat Nadiem Makarim

Setelah satu tahun Perpres BRIN tidak pernah keluar, Bambang pun mengatakan bahwa hal ini tidak mungkin diteruskan. Pasalnya akan sangat sulit kementerian tanpa organisasi.

“Sehingga akhirnya keputusannya dipisah,” ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini