Sugeng, Penderita Difabel Ahli Buat Sepeda Motor Roda Tiga

Doddy Handoko , Okezone · Rabu 28 April 2021 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 337 2401977 sugeng-penderita-difabel-ahli-buat-sepeda-motor-roda-tiga-IuMsmpKnx8.jfif Sugeng Priyono (foto: ist)

KENDAL - Sugeng Priyono (43) warga Dusun Mijen, Desa Merbuh, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, adalah seorang difabel. Kedua kakinya cacat, ia berjalan dengan tumpuan kedua tangannya.

Namun kekurangannya itu tidak menyurutkan semangatnya. Ia menjadi pembuat motor modifikasi untuk penyandang difabel. Ia pernah mengenyam pendidikan di SMPN Merbuh.

Baca juga:  Sandiaga Uno Dorong Pembukaan Lapangan Kerja & Destinasi Wisata Ramah Disabilitas

Usaha modifikasi sepeda motor dilakoni sejak wabah Covid-19 melanda Indonesia. Selain untuk menolong sesama penyandang difabel, juga untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Ia mematok tarif Rp2 juta bagi penyandang difabel yang mau memodifikasi sepeda motornya. Semua bahan termasuk roda dan baknya dari Sugeng.

Baca juga:  Hari Disabilitas Internasional: 5 Tokoh Difabel yang Diakui Seluruh Dunia

Orang yang akan memodifikasi membawa sepeda motornya. Dalam satu pekan bisa menjadi sepeda motor roda tiga.

"Sepeda motor saya dimodifikasi menjadi roda tiga. Untuk roda tambahannya, saya buat monoshock,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Penderita difabel yang tidak mampu digratiskan, tapi motornya bawa sendiri. Keterampilan dirinya memodifikasi kendaraan roda dua menjadi roda tiga, sudah dimiliki sejak tiga tahun lalu.

Ia yang tidak mempunyai kedua kaki, kesulitan bila bepergian. Lalu dia beli sepeda motor dan mengotak atiknya. Ia pernah belajar mengelas, keahliannya itu dipakai untuk merangkai sepeda motor.

Penderita difabel yang pernah memodifikasi sepeda motornya, ada lima orang, dari Mranggen, Kabupaten Demak, dan Kendal. Dulu, anak pasangan Yakub dan Sumiah ini, dikenal sebagai pembuat gitar dan sound system.

Sound system buatannya pernah meraih juara satu lomba pengeras suara di Yogyakarta.

“Saya sebenarnya juga menerima sewa sound system, tapi (sejak wabah) Covid-19, tidak ada masyarakat yang menikahkan anaknya pakai ramai-ramai, sehingga persewaan sound system-nya sepi,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini