UAS Galang Dana Beli Kapal Selam Pengganti KRI Nanggala 402, Berapa Harganya?

Tim Okezone, Okezone · Rabu 28 April 2021 08:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 337 2401961 uas-galang-dana-beli-kapal-selam-pengganti-kri-nanggala-402-berapa-harganya-9NlMhYWjDk.jpeg Ilustrasi kapal selam. (Foto: Sputnik)

JAKARTA - Ustadz Abdul Somad (UAS) menggalang donasi untuk membeli kapal selam sebagai pengganti KRI Nanggala 402 yang dinyatakan tenggelam pada Sabtu 24 April 2021. Donasi tersebut mengatasnamakan Masjid Jogokariyan Jogja, dimulai Selasa 27 April 2021.

Dalam sehari, donasi yang terkumpul berjumlah Rp365 juta. Lantas, berapakah harga satu unit kapal selam?

Setelah tenggelamnya KRI Nanggala 402, TNI AL kini memiliki empat unit kapal selam yang tersisa. Adapun kapal selam yang tersisa yaitu KRI Cakra 401, KRI Nagapasa 403, KRI Ardadeli 404, serta KRI Alugoro 405.

Baca juga: Terharu! 'Pray for KRI Nanggala' Berkibar di Geladak Kapal Perang Turki

Melansir idxchannel, Indonesia melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memproduksi berbagai kendaraan militer salah satunya kapal selam. Kapal selam buatan PT PAL Indonesia (Persero) ini diklaim lebih murah dibandingkan kapal selam buatan negara lain.

Berdasarkan Keputusan KKIP No: KEP/15/KKIP/XII/2013, Pada 2013 lalu, PT PLA ditugaskan untuk berkolaborasi dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) perusahaan asal Korea Selatan untuk membangun 3 kapal selam.

Berdasarkan kontrak, 3 kapal selam kelas Changbogo mencapai USD1,08 miliar atau sekitar USD330 juta per unit atau setara Rp4,62 triliun. Harganya ini dinilai jauh lebih murah dibandingkan kapal selam buatan Eropa atau Amerika Serikat yang bisa mencapai Rp7 triliun.

Baca juga: UAS Galang Donasi Beli Kapal Selam Pengganti KRI Nanggala-402 untuk Jaga Laut Indonesia

Dalam kerjasama dengan DSME, PT PAL membangun satu unit kapal selama di Indonesia, dua kapal selam dibangun di Korea Selatan dengan skema kerjasama Transfer of Technology (ToT).

Untuk membangun kapal selam tersebut, Pada 2013 PT PAL mendapatkan sokongan dana dari negara melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp1,5 triliun.

Setelah berhasil membangun kapal selam, tahun ini, pemerintah menambah lagi PMN ke PT PAL untuk pengembangan kapal selam dengan nilai Rp1,3 triliun.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini