DPR: Penyelesaian KKB Papua Harus Lewat Dialog dan Rekonsiliasi

Kiswondari, Sindonews · Rabu 28 April 2021 08:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 337 2401954 dpr-penyelesaian-kkb-papua-harus-lewat-dialog-dan-rekonsiliasi-DJXgmSk3ej.jpg Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua (foto: ist)

JAKARTA - Anggota DPR asal Papua, Yan Permenas Mandenas mengatakan bahwa penyelesaian masalah kekerasan di Papua harus melalui jalan dialog dan rekonsiliasi. Beberapa tokoh di Papua yang sempat ditemuinya juga sangat berharap dialog akan menuntaskan permasalahan ini.

Yan pun mencontohkan, keberhasilan upaya dialog dan rekonsiliasi dengan GAM yang dilakukan pemerintah di Aceh.

"Kalau di Aceh berhasil, kenapa di Papua tidak dilakukan pola yang sama. Saya pikir, semua kekacauan ini akan tuntas jika pola itu dilakukan kembali. Saya yakin, mereka yang ada di hutan-hutan dan gunung-gunung akan turun meletakkan senjatanya, menyerahkan diri jika dibuka ruang dialog yang baik untuk semua," kata Yan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Baca juga:  Teror KKB Kembali Terjadi, 27 Warga Beoga Kembali Dievakuasi ke Timika

"Dalam dialog itu, semua pihak terutama KKB akan menyepakati untuk tidak lagi melakukan aksi teror yang meresahkan masyarakat. Tinggal semua memiliki keinginan kuat dengan hati terbuka untuk melakukannya," sambungnya.

Baca juga:  Membelot, Eks Prajurit TNI Jadi Komandan Lapangan TPNPB

Menurut Anggota Komisi I DPR ini, pada dasarnya masyarakat Papua tidak menginginkan kekerasan ini terus berlanjut dan tidak berkesudahan. Yang dikhawatirkan adalah, kekerasan ini akan berlanjut ke generasi-generasi selanjutnya.

"Inilah pentingnya dialog. Karena dialog yang baik dan mengakomodir semua pihak akan merubah pola pikir pelaku kekerasan. Jika pola pikir sudah berubah, maka selanjutnya karakter dan perilaku akan mudah sekali dibentuk," terangnya.

Politikus Partai Gerindra ini mengakui, bahwa yang membuat sukit adalah menebak isi kepala para aktor KKB ini, karena mereka berada di luar negeri. Namun, perlu dipilirkan bagaimana mengumpulkan mereka semua untuk diajak berdialog.

"Sekarang bagaimana caranya mereka yang ada di luar negeri itu dan KKB yang ada di Papua bisa kita kumpulkan dan dudukan untuk berdialog dengan pusat," saran Yan.

Oleh karena itu, Yan mengajak semua elemen baik itu pemerintah pusat, daerah, masyarakat Papua, serta pihak KKB untuk kembali memikirkan rakyat dan masa depan mereka.

"Mari kita semua melakukan kesepakatan damai, menyudahi semua pertikaian yang hanya menguntungkan segelintir pihak dengan tujuan mengacak-acak persatuan Indonesia serta mengadu domba antar anak bangsa," imbaunya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini