Kuasa Hukum Bantah Munarman Terlibat Kelompok Teroris ISIS

Felldy Utama, iNews · Rabu 28 April 2021 06:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 337 2401928 kuasa-hukum-bantah-munarman-terlibat-kelompok-teroris-isis-dSwkMMY5oQ.jpg Munarman saat ditangkap Tim Densus 88 di rumahnya (foto: tangkapan layar)

JAKARTA - Tim advokasi ulama dan aktivis (Taktis), yang bertindak sebagai tim kuasa hukum eks Sekretaris umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman membantah keras kliennya terlibat dalam kelompok terorisme ISIS.

"Sejak awal klien kami dan Ormas FPI telah secara jelas membantah keras, karena menurut klien kami tindakan ISIS tidak sesuai dengan yang diyakini oleh klien kami," kata Koordinator tim advokasi Munarman, Hariadi Nasution dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/4/2021).

Baca juga:   Komisi III DPR Akan Ikuti Kasus Munarman Secara Seksama

Hariadi menegaskan, bahwa tuduhan yang dilayangkan polisi kepada kliennnya itu justru berbanding terbalik dengan apa yang selama ini dilakukan Munarman dalam upaya menangkal paham, bahkan paham terorisme di Indonesia.

"Klien kami justru pada beberapa kesempatan selalu memperingatkan kepada masyarakat luas akan bahaya situs-situs, dan atau ajakan-ajakan yang mengarah kepada aksi-aksi terorisme dan tindakan inkonstitusional lainnya," ujarnya menegaskan.

Baca juga:  Soal Serbuk Bahan Peledak di Markas FPI, Tim Advokasi: Itu Deterjen!

Diberitakan sebelumnya, Detasemen Khusus ( Densus) 88 Antiteror Polri menangkap mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman. Dia diduga terlibat kasus terorisme.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan, penangkapan itu terkait dengan rangkaian proses Baiat diduga ke jaringan teroris yang dilakukan di Jakarta, Makassar, Sulawesi Selatan dan Medan, Sumatera Utara.

"Jadi terkait dengan kasus Baiat di UIN Jakarta kemudian juga kasus Baiat di Makassar dan ikuti Baiat di Medan," ujar Ramadhan.

Menurutnya, di Makassar, Munarman diduga ikut dalam proses Baiat ke kelompok terorisme ISIS di Makassar, beberapa tahun silam. Namun, untuk Baiat di Medan dan Jakarta, Ahmad belum merinci kemana proses Baiat tersebut ditujukan.

"Baiatnya kalau Makassar ISIS, kalau Jakarta belum kami terima Medan juga belum," terangnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini