Tim Advokasi Munarman Pastikan Akan Melakukan Perlawanan Hukum

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 28 April 2021 05:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 337 2401906 tim-advokasi-munarman-pastikan-akan-melakukan-perlawanan-hukum-b4EMdqSMsc.png Munarman saat ditangkap Tim Densus 88 di rumahnya (foto: tangkapan layar)

JAKARTA - Tim Advokasi yang tergabung dalam Tim Advokasi Ulama & Aktivis (Taktis) memastikan, akan melakukan perlawanan hukum atas penangkapan Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

“Berdasarkan banyaknya kesalahan prosedur penegakan hukum yang mengamputasi hak asasi klien kami, karenanya kami akan melakukan perlawanan hukum sesuai sistem peradilan pidana yang berlaku di Republik Indonesia,” tegas Tim Advokasi M. Hariadi Nasution, dalam rilis yang diterima Rabu (28/4/2021).

Baca juga:  Tim Advokasi Sebut Penangkapan Munarman Langgar Prinsip Hukum & HAM

Hariadi menegaskan, bahwa setiap proses penegakan hukum haruslah menghormati dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia dan asas hukum.

Oleh karena itu, tegas Hariadi, bahwa penangkapan Munarman adalah menyalahi prinsip hukum dan HAM.

Baca juga:  Densus 88 Tangkap Munarman, Pengacara: Kami Berdoa & Berharap Tak Ada Rekayasa

“Penangkapan yang dilakukan terhadap klien kami dengan cara menyeret paksa di kediamannya dan menutup mata klien kami saat turun dari mobil di Polda Metro Jaya secara nyata telah menyalahi prinsip hukum dan Hak asasi Manusia,” tegasnya.

 

Hal ini, sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 28 ayat (3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-Undang.

Selain itu, Hariadi menegaskan bahwa Munarman tidak terlibat dengan ISIS. “Bahwa terhadap tuduhan keterlibatan Klien Kami dengan ISIS, sejak awal Klien Kami dan Ormas FPI telah secara jelas membantah keras, karena menurut Klien Kami tindakan ISIS tidak sesuai dengan yang diyakini oleh Klien Kami,” tegasnya.

Munarman, kata Hariadi justru mengingatkan masyarakat akan bahaya terorisme. “Bahwa Klien Kami justru pada beberapa kesempatan selalu memperingatkan kepada masyarakat luas akan bahaya situs-situs dan atau ajakan-ajakan yang mengarah kepada aksi-aksi terorisme dan tindakan inkonstitusional lainnya,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini