Soal Cairan Peledak di Eks Markas FPI, Aziz Yanuar: Infonya Itu Bahan Pembersih WC

Tim Okezone, Okezone · Selasa 27 April 2021 21:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 337 2401818 soal-cairan-peledak-di-eks-markas-fpi-aziz-yanuar-infonya-itu-bahan-pembersih-wc-miLCaOhSfx.jpg Aziz Yanuar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama Tim Gegana menggeledah bekas markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dalam penggeledahan tersebut ditemukan serbuk putih dan cairan TAPT diduga bahan peledak.

Eks pengacara FPI Aziz Yanuar mengatakan, bahwa dirinya mendapatkan informasi bahwa yang ditemukan itu merupakan cairan pembersih WC atau toilet yang digunakan dalam acara bersih-bersih masjid. "Itu infonya bahan pembersih WC yang digunakan dalam acara bersih-bersih masjid," ujarnya saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (27/4/2021).

Baca Juga:  Puslabfor Akan Periksa Serbuk dan Cairan dari Eks Markas FPI

Ia pun tak ingin berspekulasi terlalu jauh sebab dirinya bukanlah ahli kimia. Sementara sebelumnya, Pusat labolatorium forensik (Puslabfor) Polri akan melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti cairan TAPT, dan serbuk yang disita dari bekas markas FPI di Petamburan. Pemeriksaan dua benda tersebut untuk memastikan benda tersebut merupakan bahan peledak.

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, dalam penggeledah di bekas markas FPI ada bebebrapa botol plastik yang berisi cairan TATP dan serbuk yang mengandung nitrat tinggi.

Diduga bahan cairan tersebut merupakan bahan peledak, yang mirip yang ditemukan di Condet dan Bekasi beberapa waktu lalu. "Apa yang ditemukan hasil penggeledahan tadi akan dilakukan penelitian dan pemeriksaan oleh puslabfor," kata Ramadhan di Polda Metro Jaya.

Baca Juga:  Buku-Buku Munarman soal Demokrasi Syariat Islam Juga Disita Polisi

Penggeledahan di bekas markas FPI itu menyusul penangkapan mantan Sekretaris Umum FPI Munarman, di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan. Dia ditangkap Densus 88 Antiteror karena dugaan tindak pidana terorisme.

Munarman diduga terkait dengan rangkaian proses baiat diduga ke jaringan teroris yang dilakukan di Jakarta, Makassar, Sulawesi Selatan dan Medan, Sumatera Utara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini