BNPT Berharap Para Ustad Bisa Tangkal Paham Radikalisme

Widya Michella, MNC Media · Selasa 27 April 2021 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 337 2401783 bnpt-sebut-ustad-bisa-jadi-pintu-masuk-dan-keluar-paham-radikalisme-4gc6YBCAfK.jpg Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Ahmad Nurwakhid (foto: tangkapan layar)

JAKARTA - Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Ahmad Nurwakhid menyebutkan Ustad dapat menjadi pintu masuk dan keluar, dalam paham radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama.

Hal ini disampaikan dalam dalam webinar terkait Urgensi Standarisasi DAI untuk penguatan Dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin, Selasa (27/04/2021).

"Semua teroris pasti berpaham radikal. Tapi belum tentu orang yang terpapar radikal adalah teroris," kata Nurwakhid.

Baca juga:  Wacana Radikalisme Picu Prasangka dan Fitnah, Fadli Zon: Bikin Demokrasi RI Jeblok

Menurutnya, orang yang berpaham radikalisme memiliki kecendrungan intoleran terhadap sesama umat beragama dan merasa ekslusif. Selain itu, fenomena radikalisme sendiri ada di setiap agama. Seluruh aksi terorisme tidak terkait dengan agama apapun dan terkait dengan pemahaman dan cara agama yang menyimpang.

Baca juga:  40 ASN Dipecat Setiap Bulan Karena Terpapar Radikalisme, Pengamat: Semua Bisa Kena

Lalu paham ini didominasi oleh umat beragama yang menjadi mayoritas di suatu wilayah. Misalnya seperti oknum yang membakar masjid di Tolikara, oknum yang beragama orang muslim. Budha yang menyebar hoaks. 200 jamaah muslim ditembak oleh oknum di New Zealand.

"Kebetulan di Indonesia mayoritas beragama Islam. Semua terorisme yang kami tahan itu semua beragama Islam. Syahadatnya, rukun Islamnya sama, tapi berpaham Salabi Wahabi Jihadis," tutur Ahmad.

Ia menambahkan, 67% konten di internet merupakan konten radikal dan berharap dengan adanya penguatan standarisasi DAI oleh MUI maka pencegahan terhadap paham Radikalisme bisa dapat diatasi.

"BNPT dan Densus 88 telah mencegah 101 upaya aksi terorisme. Kami hanya niat jihad untuk membela NKRI. Kami menggunakan pendekatan hard dan soft. Untuk pendekatan soft khususnya dari hulu kesiapsiagaan nasional, kesiapsiagaan ideologi, mereka yang belum tertapar diberikan vaksinasi ideologi berupa nilai-nilai agama dan tasauf. Diharapkan kepada Ustad untuk membantu memberikan vaksinasi dan tetap bekerjasama dengan MUI," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini