Share

Analisis BMKG, Gempa di Sukabumi Akibat Aktivitas Subduksi

Antara, · Selasa 27 April 2021 19:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 337 2401774 analisis-bmkg-gempa-di-sukabumi-akibat-aktivitas-subduksi-PorH4uiB1B.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,6 di Jawa Barat pada Selasa (27/4/2021) pukul 16.23.39 WIB diakibatkan aktivitas subduksi dan tidak berpotensi tsunami, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,74 LS dan 106,92 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 89 km arah Selatan Kota Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 58 km.

"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki pergerakan mendatar (strike slip)," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno di Jakarta.

Baca Juga: Gempa Sukabumi Terasa hingga Bogor, Rapat di Balaikota Bubar

Gempa bumi terseut memiliki Magnitudo 5,6 kemudian diperbarui menjadi Magnitudo 5. Hingga pukul 17.05 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ).

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Sukabumi, Rangkasbitung, Bayah, Cihara, Cilograng, Panggarangan, Bogor III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), Tangerang Selatan, Jakarta, Bandung II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar dia.

Bambang mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Baca Juga: Gempa Sukabumi, Warga Cianjur Panik Berhamburan Keluar Rumah

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini