Polri Ungkap Peran 2 Tersangka Kasus Penembakan Laskar FPI

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 27 April 2021 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 337 2401571 polri-ungkap-peran-2-tersangka-kasus-penembakan-laskar-fpi-eKXgWPgUDJ.jpg Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bareskrim Polri resmi melimpahkan tahap I berkas penyidikan kasus penembakan Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek, ke Kejaksaan, untuk dua tersangka.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan, bahwa kedua tersangka itu memiliki peran yang berbeda ketika terjadinya peristiwa tersebut.

"Dia kan yang hadir di dalam mobil itu. Sudah diketahui siapa yang nembak. Yang satu dikenakan Pasal 338. Yang satu itu, pokoknya salah satu dari mereka yang (Pasal) 338. Yang F yang menembak. Yang Y Pasal 56. Dia driver," kata Ahmad, Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Baca juga:  Berkas Dilimpahkan, 2 Tersangka Kasus Penembakan Laskar FPI Tak Ditahan

Sementara, Bareskrim Polri menyatakan bahwa tidak melakukan penahanan terhadap dua polisi F dan Y, tersangka kasus penembakan Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek.

"2 tersangka atas nama F dan Y belum dilakukan penahanan. Jadi tidak dilakukan penahanan, yang bersangkutan masih ada di Polda Metro," ujar Ahmad.

Baca juga:  Polri Limpahkan Tahap I Kasus Penembakan Laskar FPI ke Kejaksaan

Dalam kasus penembakan Laskar FPI, Bareskrim menetapkan tiga orang perosnel Polda Metro Jaya sebagai tersangka. Namun, dalam perjalannya penyidikan itu berlaku untuk dua orang. Mengingat, tersangka EPZ telah meninggal dunia, dan proses penyidikan dinyatakan gugur di mata hukum.

Sebelumnya dalam rekomendasi dan temuan Komnas HAM, menyatakan, sebanyak dua anggota FPI meninggal dunia dalam peristiwa saling serempet antara mobil yang mereka pergunakan dengan polisi, di antara Jalan Internasional Karawang sampai km 49 Tol Cikampek.

Sementara empat orang lainnya yang masih hidup dan dibawa polisi, kemudian diduga ditembak mati dalam mobil petugas saat dalam perjalanan dari km 50 menuju Markas Polda Metro Jaya.

Terkait peristiwa dugaan penembakan empat orang laskar FPI itu, informasi yang diterima Komnas HAM hanya dari polisi, yakni lebih dulu terjadi upaya melawan petugas (polisi) yang mengancam keselamatan hidup petugas sehingga diambil tindakan tegas dan terukur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini