MV Rescue Milik Singapura Angkat Torpedo dan Alat Komunikasi KRI Nanggala-402

Riezky Maulana, iNews · Selasa 27 April 2021 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 337 2401521 mv-rescue-milik-singapura-angkat-torpedo-dan-alat-komunikasi-kri-nanggala-402-Lb2oBSMlqk.jpg Foto: Illustrasi Sindonews

JAKARTA - Amunisi torpedo milik Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di Perairan Utara Bali beberapa waktu lalu sudah berhasil teridentifikasi dan sudah diangkat ke permukaan. Keberadaannya berhasil tertangkap secara visual oleh kapal penyelamat kapal selam MV Swift Rescue milik Singapura.

Asrena Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muda Muhammad Ali menjelaskan, selain torpedo, hydrophone atau alat komunikasi bawah air dari KRI Nanggala-402 juga telah ditemukan.

"Terbaru kita sudah menemukan dan mengangkat yaitu hidrofon dari kapal selam KRI Nanggala. Kemudian beberapa foto yang diambil, ditemukan juga torpedonya," kata Ali saat konferensi pers, Selasa (27/4/2021).

Baca juga:  Berkabung untuk KRI Nanggala 402, Sejumlah Gedung di Malaysia Nyalakan Lampu Merah Putih

Pihaknya, sambung Ali akan terus berupaya mengangkat bagian-bagian kecil dari KRI Nanggala-402 dengan menggunakan ROV. Adapun kapasitas maksimal dari ROV untuk mengangkat suatu benda yakni seberat 150 kilogram.

"Mungkin kita akan mengangkat bagian-bagian perbagian kecil, karena kemampuan dari ROV itu mengangkat hanya 150 kilogram," ungkapnya.

Baca juga:  Batas Kedalaman KRI Nanggala 500 Meter, Kini Ditemukan di 838 Meter

Lebih jauh dipaparkan, metode pengangkatan kapal selam bergantung dari kedalaman tenggelamnya posisi kapal. Menurutnya, kedalaman air amat memengaruhi faktor tingkat kesulitan.

"Mengangkatnya ada yang mengangkat menusuk, kemudian mengaitkan, sehingga mengangkat secara perlahan. Kemudian ada yang menggunakan balon udara atau selang," ujarnya.

"Selang ini dihubungkan dengan tangki pemberat pokok kemudian baru dihembuskan udara ke dalamnya sehingga air itu kebuang. Tetapi itu tergantung kondisi kapal di bawah laut, kalau sudah hancur agak sulit untuk mengangkatnya," katanya melanjutkan.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini