Pengusaha Penyuap Gubernur Non-aktif Sulsel Segera Diadili

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 26 April 2021 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 337 2401003 pengusaha-penyuap-gubernur-non-aktif-sulsel-segera-diadili-KDtlquGSGL.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (PT APB), Agung Sucipto (AS). Agung Sucipto merupakan pengusaha penyuap Gubernur non-aktif Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah.

 

KPK telah melimpahkan berkas penyidikan Agung Sucipto ke tahap penuntutan setelah dinyatakan lengkap atau P21, pada hari ini. Dengan demikian, Agung Sucipto akan segera diadili atas kasus dugaan suap terkait keberlanjutan proyek wisata di Bulukumba.

"Tim penyidik melaksanakan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) kepada) tim JPU dengan tersangka AS (Agung Sucipto). Sebelumnya, berkas perkara tersangka tersebut telah dinyatakan lengkap (P21) sesuai dengan hasil penelitian tim JPU," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (26/4/2021).

Baca juga:  KPK Sita Dokumen Transaksi Perbankan Nurdin Abdullah di Bank Sulselbar

Selanjutnya, kata Ali, penahanan terhadap Agung Sucipto akan beralih dan menjadi kewenangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 20 hari terhitung mulai 26 April 2021 sampai dengan 15 Mei 2021. Rencananya, persidangan akan digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Makassar.

"Untuk tempat penitipan penahanan, hari ini tersangka AS langsung dipindahkan ke Lapas Klas I Makassar," ungkap Ali.

 Baca juga: KPK Dalami Transaksi Dugaan Suap Nurdin Abdullah Lewat Anaknya

Tim JPU pada KPK mempunyai waktu 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan Agung Sucipto. Setelah itu, Pengadilan Negeri Makassar akan menentukan agenda sidang perdana untuk Agung Sucipto.

"Dalam proses penyidikan, telah dilakukan pemeriksaan sejumlah 32 orang saksi, diantaranya para ASN di Pemprov Sulsel dan pihak swasta lainnya," imbuhnya

Sebelumnya, KPK menetapkan Nurdin Abdullah sebagai tersangka atas kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan serta pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021. Nurdin diduga telah menerima suap dan gratifikasi.

Nurdin ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya. Keduanya yakni, Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Sulawesi Selatan, Edy Rahmat (ER), selaku pihak yang diduga sebagai perantara suap sekaligus orang kepercayaan Nurdin Abdullah dan Direktur PT APB, Agung Sucipto (AS) selaku pemberi suap.

Nurdin diduga menerima suap Rp2 miliar dari Agung Sucipto melalui perantaraan Edy Rahmat. Uang suap sebesar Rp2 miliar itu diduga terkait keberlanjutan proyek wisata yang akan dikerjakan oleh Agung Sucipto di Bulukumba.

Selain suap dari Agung Sucipto, KPK menduga Nurdin juga menerima uang dari para kontraktor lainnya. Nurdin diduga menerima uang dari kontraktor lainnya sebesar Rp3,4 miliar yang berkaitan dengan sejumlah proyek di Sulsel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini