Komentar Cabul soal Korban KRI Nanggala 402, Begini Nasib Imam Usai Diciduk TNI

Tim Okezone, Okezone · Senin 26 April 2021 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 337 2400959 komentar-cabul-soal-kri-nanggala-402-begini-nasib-imam-usai-diciduk-tni-yg3I0Dv1x9.jpg Tangkapan layar media sosial

JAKARTA - Seorang pria bernama Imam Kurniawan menjadi sorotan publik, setelah komentar cabulnya menjadi viral di media sosial. Ia mengunggah komentar tak berempati sekaligus tak senonoh, terkait tenggelamnya KRI Nanggala 402.

(Baca juga: Duka Jokowi Atas Gugurnya 53 Awak KRI Nanggala 402)

Imam menuliskan komentarnya pada sebuah unggahan dalam grup Facebook Aliansi Kuli Seluruh Indonesia (AKSI). Unggahan yang berisikan ucapan duka atas tragedi tenggelamnya KRI Nanggala 402.

“Untuk kawan kawan kuli semua. Sejenak mari kita do'akan para pahlawan yang gugur dalam tugasnya menjaga kedaulatan laut kita. Untuk crew KRI NAGGALA. ‘Fair Wind and Following Seas, KRI Nanggala 402. Commence the Eternal Patrol’,” bunyi status yang diunggah pada Sabtu (24/4/2021).

Lantas komentar Imam ini mengundang beragam kecaman dari warganet. Dengan penuh amarah mereka bertindak cepat dengan melaporkan komentar Imam kepada pihak berwajib. Bahkan warganet pun sempat mengadakan sayembara untuk mencari keberadaan Imam.

(Baca juga: Joget TikTok Atas Tenggelamnya KRI Nanggala 402, Netizen: Manusia Laknat!)

Saat ini Imam sudah diamankan dan interogasi di Koramil terdekat. Informasi ini diterima berdasarkan keterangan dari akun Twitter @mazzini_gsp pada Senin (26/4/2021) pagi WIB.

“Imam Kurniawan sudah tertangkap, sekarang sudah diamanin di Koramil,” cuitnya di Twitter.

Lebih lanjut Mazzini menyertakan sebuah video klarifikasi dari Imam Kurniawan. Dalam videonya, Ia mengaku kalau komentar tersebut bukanlah dirinya yang membuat. Ia berdalih bahwa ada orang lain yang memakai akun Facebooknya.

“Ini video nya Imam Kurniawan, katanya itu bukan dia yang komen, tapi masih diproses sama Koramil. Sehari-hari Imam ini profesinya petani, dengan tanggungan anak istrinya juga,” tulis Mazzini.

Mazzini menilai jika kejadian yang menimpa Imam harusnya cukup untuk jadi pelajaran bagi masyarakat. Wajib untuk kita sadari, pentingnya berkomentar secara bijak di media sosial.

“Pelajaran buat kita, hati-hati maen medsos tuh. Inget-inget nih besok, jangan malah kebelet jadiin konen aneh biar viral atau komen opini jelek,” tulisnya.

Setelah pria asal Medan ini diamankan, beredar sebuah video memperlihatkan dirinya sedang diinterogasi oleh petugas. Pada video itu, Imam ditanya mengenai kebenaran komentar yang ditulisnya. Ia pun akhirnya mengakui hal itu dan meminta maaf atas perbuatannya.

“Itu cuma buat menyeru-menyeru saja pak. Saya gak beneran itu keinginan. Ampun pak, saya minta maaf sebesar-besarnya pak. Saya gak ngulangi lagi,” ucapnya penuh ketakutan.

(Timothy Putra Noya)

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini