Desi Arryani Cs Divonis 4 hingga 7 Tahun Penjara Terkait Korupsi Subkontraktor Fiktif

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 26 April 2021 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 337 2400878 desi-arryani-cs-divonis-4-hingga-7-tahun-penjara-terkait-korupsi-subkontraktor-fiktif-2Q2MmW5xaV.jpg Desi Arryani (Foto : Sindo)

JAKARTA - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman empat tahun penjara terhadap Desi Arryani. Ia juga divonis untuk membayar denda sebesar Rp200 juta subsidair dua bulan kurungan.

Majelis hakim menyatakan, Desi Arryani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama. Ia bersama rekan-rekannya terbukti melakukan korupsi terkait pekerjaan subkontraktor fiktif untuk membiayai pengeluaran di luar anggaran PT Waskita Karya sejak 2009 hingga 2013.

"Menyatakan terdakwa I Desy Aryyani, terdakwa II Fathor, terdakwa III Jarot, terdakwa IV Fakih Usman, serta terdakwa V Yuly, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama," kata Ketua Majelis Hakim Panji Surono saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (26/4/2021).

Selain putusan terhadap Desi, Hakim juga menjatuhkan vonis kepada empat terdakwa lainnya yakni, Fathor Rachman dan Jarot Subana dijatuhkan pidana enam tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan. Sementara itu, Fakih Usman divonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan.

Sedangkan, Yuly Ariandi Siregar divonis tujuh tahun pidana penjara dan denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan. Keempat terdakwa itu juga diyakini melakukan korupsi terkait pekerjaan subkontraktor fiktif untuk membiayai pengeluaran di luar anggaran PT Waskita Karya sejak 2009 hingga 2013.

Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan kepada para terdakwa. Diantaranya, Fathor Rachman dikenai hukuman uang pengganti Rp3.670.000.000 subsidair satu tahun penjara. Sementara Jarot Subana juga dijatuhkan uang pengganti senilai Rp7.124.239.000 subsidair dua tahun penjara.

Kemudian Fakih Usman senilai Rp5.970.586.037 subsidair dua tahun penjara. Sementara itu, Yuly Ariandi Siregar sejumlah Rp47.166.931.587 subsidair dua tahun dan enam bulan.

Baca Juga : BNN Musnahkan 74 Kg Sabu, 41 Kg Ganja dan Puluhan Ribu Ekstasi

Hakim menyatakan bahwa kelima terdakwa tersebut telah mengumpulkan dana taktis ilegal dengan membuat kontrak fiktif. Ada 41 subkontrak fiktif yang ditangani kelima terdakwa hingga berdampak pada kerugian keuangan negara Rp202 miliar.

Atas perbuatannya, kelima terdakwa itu dinyatakan melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini