Indonesia Diapit Cincin Api, Jusuf Kalla Ajak Masyarakat Siaga Bencana

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 26 April 2021 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 337 2400787 indonesia-diapit-cincin-api-jusuf-kalla-ajak-masyarakat-siaga-bencana-2IOluDYlch.jpg Foto:Ist

JAKARTA - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi aktif untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang diperingati setiap 26 April.

(Baca juga: Senyum Bahagia Korban Banjir NTT Menerima Bantuan dari Gerkindo)

Mantan Wakil Presiden Indonesia, ini mengajak masyarakat siaga bencana apalagi Indonesia berada di ring of fire (cincin api) atau wilayah yang penuh dengan bencana.

“Hari ini kita memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana tingkat nasional tahun 2021. Seperti kita maklumi semua, Indonesia berada di ring of fire wilayah yang penuh dengan berbagai bencana baik bencana karena iklim, cuaca sehingga menimbulkan banjir. Bencana karena unsur geologi, gempa bumi, gunung berapi dan juga bencana-bencana lainnya,” katanya lewat kanal resmi BNPB, Senin (26/4/2021).

(Baca juga: Ini Penampakan Citra Bawah Air KRI Nanggala 402)

Namun, kata JK, bencana ini tentu dapat dikurangi dengan menjaga dan melestarikan lingkungan.

“Banjir dan kekeringan dua-duanya karena hutan berkurang. Jadi artinya kita harus mengatasi itu dengan menjaga lingkungan,” katanya.

Kemudian, risiko bencana juga dapat dikurangi juga oleh masyarakat. “Masyarakat menjaga lingkungannya, kebersihannya, sehingga banjir bisa berkurang lebih banyak,” papar JK.

Kemudian, kata JK adalah pengetahuan tentang mitigasi bencana. “Oleh karenanya pentingnya pelatihan-pelatihan secara bersama oleh badan dan organisasi yang bergerak di bidang penanganan penanggulangan bencana, BNPB, tentu tugas utama pemerintah di tangan itu.”

“TNI, TNI/Polri, dan juga masyarakat keseluruhan tentu pertama dibutuhkan pengetahuan, dibutuhkan sosialisasi, mitigasi oleh kita semua. Kemudian yang kedua adalah dibutuhkan cara untuk menyelamatkan diri, mengurangi risiko bencana. Oleh karena itu dibutuhkan pelatihan-pelatihan, SOP, dan juga petunjuk-petunjuk,” kata JK.

Selain itu, JK mengatakan bahwa yang sangat penting juga adalah peringatan. “Suatu hal yang tentu bisa diukur, karena itu BMKG selalu bisa memberikan informasi tentang keadaan cuaca, iklim dan apalagi ada keadaan bencana. Sehingga kita siap melawan,” katanya.

JK pun mengkritisi masyarakat akan ramai siaga bencana ketika bencana itu datang. Namun, setelah bencana berkurang mitigasi bencana akan berkurang. “Kita kadang-kadang ramai ketika ada bencana, tapi setelah bencana berkurang kemudian diam lagi.”

JK  juga mengajak masyarakat belajar dari Jepang yang selalu siap siaga bencana. “Di negara-negara maju seperti Jepang, tiap tahun ada latihan-latihan siaga bencana oleh seluruh masyarakat. Tentunya itu patut suatu kita ikuti seperti itu,” katanya.

“Oleh karena itu patut kita semua BNPB, PMI, dan juga lembaga-lembaga lainnya baik pemerintah juga masyarakat untuk bersama-sama bersatu melaksanakan program. Dan hanyalah dengan kesiapan pemerintah, masyarakat dan kita seluruhnya,” tutup JK.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini