4 Kasus Kapal Selam Hilang Selain KRI Nanggala 402, Tiga Berhasil Ditemukan

Tim Okezone, Okezone · Minggu 25 April 2021 03:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 25 337 2400269 4-kasus-kapal-selam-hilang-selain-kri-nanggala-402-tiga-berhasil-ditemukan-I7LYbY2lp8.jpeg HMAS AE1. (Foto: Australia War Memorial)

2. USS Granadier

Seorang kru USS Grenadier Robert Palmer, dalam tulisannya The Silent Service in World War II, mengungkap pada 22 April 1943 pagi, kru menembaki sebuah pesawat Jepang yang menjatuhkan bom di dekatnya. Bom Jepang menyebabkan kapal selam tenggelam. 

Namun sekuruh kru yakni 76 tentara AL AS selamat meski mereka ditangkap oleh kapal bersenjata Jepang. Dalam penahanan, mereka mengalami penyiksaan, menyebabkan empat di antaranya tewas.

Lantas setelah 77 tahun tepatnya pada Oktober 2019, bangkai kapal selam ini ditemukan di Selat Malaka, sekitar 145 kilometer sebelah selatan Phuket, Thailand.

USS Granadier. (Foto: Angkatan Laut AS)

Kapal selam USS Grenadier ditemukan oleh empat penyelam, yakni Jean Luc Rivoire, Lance Horowitz, Benoit Laborie, dan Ben Reymenants di kedalaman 80 meter. Meski demikian mereka baru mengumumkan temuan tersebut belakangan ini karena butuh waktu untuk memastikan identitas kapal.  

3. USS Grayback

Sebuah kapal selam Amerika yang hilang dalam Perang Dunia Kedua telah ditemukan kembali di dasar laut China Timur.

Kapal USS Grayback dan 80 awaknya menghilang pada tahun 1944 ketika diserang oleh pesawat Jepang.

USS Grayback. (Foto: BBC)

Sebuah proyek eksplorasi bawah laut menemukan kapal selam di lepas pantai Okinawa, Jepang, setelah menemukan dokumen militer dengan koordinat yang tepat untuk menemukannya. Koordinat asli telah salah diterjemahkan dan kehilangan satu digit. 

Baca juga: Foto Terakhir Lettu Laut Sona Perwira KRI Nanggala 402 Asal Blitar: Pak Aku Berangkat

Keluarga dari 80 anggota awak yang berada di atas kapal selam telah diberitahu tentang penemuannya.

Kathy Taylor, keponakan John Patrick King yang saat itu berada di kapal, mengatakan bahwa penemuan mengakhiri pencariannya.

"Saya berkomitmen sejak awal, ketika saya masih kecil, bahwa saya akan menemukannya atau mengikutinya atau menjaga ingatannya tetap hidup," katanya kepada ABC News via BBC, Selasa (12/11/2019). 

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini