Share

Cerita Siti Fadilah Setelah Disuntik Vaksin Nusantara

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 23 April 2021 21:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 337 2399874 cerita-siti-fadilah-setelah-disuntik-vaksin-nusantara-0qBtfyG2Ks.jpg Siti Fadilah Disuntikkan Sel Dendrik dirinya sendiri oleh Terawan (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari telah disuntikkan Vaksin Nusantara yang diinisiasi Terawan Agus Putranto. Dia pun menceritakan pengalamannya mendapatkan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri itu.

"Saya sebagai relawan penelitian vaksin imunoterapi dari dr Terawan hari ini saya disuntik sel dendritic saya sendiri yang diambil dari darah saya sendiri 8 hari yang lalu sebanyak 40 cc," kata Siti dalam keterangannya, Jumat (23/4/2021).

"Sebagian untuk baseline data, sebagian untuk proses untuk memisahkan denditrik sel dari darah putih saya secara bertahap dengan teknologi tertentu," sambung dia.

Dia melanjutkan, setelah itu denditrik sel diinkubasi degan antara lain dengan kit Covid-19 dan zat lainnya. Lalu, pada hari ke 8 denditrik sel Siti Fadilah sudah dianggap mengerti dan kuat melawan virus corona.

Baca juga: Disuntik Vaksin Nusantara, Titiek Soeharto: Bangga pada Tim Dokter Terawan

"Setelah itu denditrik sel tersebut dibersihkan kemudian disuntikkan ke diri saya lagi. Jadi saya disuntikkan sel dendritic saya sendiri. Jadi yang dimasukkan dalam tubuh saya itu murni denditrik sel saya sendiri," cerita dia.

Menurut Siti, bedanya Vaksin Nusantara dengan vaksin konvensional seperti AstraZeneca yang disuntikkan adalah the whole of antigen yang mengandung bagian dari Virus Covid 19 yang disuntikkan masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: Vaksin Nusantara Dilanjutkan untuk Terapi Imun Lawan Covid-19, Bukan Produksi Vaksin

Sementara itu, Vaksin Sinovac bedanya seluruh virusnya dimasukkan ke dalam tubuh, walaupun sudah dilemahkan.

Lalu Bagaimana rasanya disuntik Vaksin Nusantara?

"Rasanya? Seperti suntikan biasa. Tidak ada yang saya rasakan sama sekali. Sekarang saya nunggu, diambil darah saya lagi untuk menghitung antibodi beberapa hari lagi. Tujuannya untuk dibandingkan dengan jumlah antibodi saya sebelumnya," ujar dia.

Saat ini, Siti telah mendapat jadwal untuk kembali ke RSPAD Gatot Subroto untuk kembali melanjutkan pemeriksaan laboraturium dalam rangka penelitian Vaksin Nusantara.

"Kalau penelitian ini berhasil, nantinya diharapkan bukan hanya untuk Covid 19 saja, tapi bisa digunakan untuk semua antigen dari mutasi Covid 19 yang saat ini tersebar diberbagai belahan dunia. Inilah yang disebut vaksin imunoterapi. Approachnya adalah yaitu vaksinasi berbasiskan imunoterapi," tutur Siti.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini