Mengintip Kecanggihan MV Swift Rescue yang Dilengkapi Kapal Selam Mini

Fahmi Firdaus , Okezone · Jum'at 23 April 2021 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 337 2399738 mengintip-kecanggihan-mv-swift-rescue-yang-dilengkapi-kapal-selam-mini-L7mAhbEMcp.jpg Foto: The Straits Times

JAKARTA – Sejumlah negara menawarkan bantuannya untuk mencari Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di Perairan Utara Bali dua hari lalu. Salah satunya negara tetangga Singapura, yang mengirim kapal penyelamat MV Swift Rescue.

Diperkirakan kapal canggih milik Angkatan laut Singapura ke titik lokasi pencarian KRI Nanggala-402 pada Jumat (23/4/2021) malam.

(Baca juga: Deretan 10 Armada Tempur Canggih Pencari KRI Nanggala 402 di Laut Bali)

Kapal MV Swift Rescue sendiri mulai beroperasi di Republic of Singapore Navy (RSN) pada November 2008. Kapal ini memiliki beragam teknologi mutakhir yang mampu mendeteksi benda bawah laut.

ist

Mengutip The Straits Times, MV Swift Rescue dilengkapi dengan kemampuan Submarine Escape and Rescue (SMER). Untuk sistem penyelamatannya mencakup Submarine Rescue Vehicle (SRV) dan Submarine Support and Rescue Vessel (SSRV). SRV terintegrasi dengan SSRV dan akan diangkut ke lokasi kapal selam yang tertekan.

(Baca juga: Bantu Cari KRI Nanggala-402, Kapal MV Swift Rescue Milik Singapura Akan Tiba Hari Ini)

Kapal ini memiliki panjang 85 meter, lebar 18,3 meter dan draft 4,3 meter. Sedangkan kedalaman ke dek utama adalah 7,5 meter dan mempunyai berat kapal 4.290 ton.

Kapal ini juga dapat mengangkut 27 awak untuk melakukan operasi penyelamatan dan pelarian kapal selam. MV Swift Rescue dilengkapi dengan Submarine Rescue Vehicle DSAR 6, ruang Transfer under Pressure (TUP), Launch and Recovery System (LARS), Integrated Navigation and Tracking System, Remotely Operated Vehicle (ROV), dan helipad. Swift Rescue memiliki kecepatan maksimal 12 knot dan dapat beroperasi di laut terus-menerus hingga 28 hari.

Salah satu keistimewaan dari kapal ini adalah adanya kapal selam Deep Search and Rescue Six (DSAR 6). DSAR 6 sendiri mampu terjun ke kedalaman air, menempelkan tubuhnya ke kapal selam yang lumpuh, menyelamatkan penumpang dan membawa mereka kembali ke kapal.

Kapal ini juga dilengkapi dengan ruang kompresi ulang yang membantu mencegah dan mengobati penyakit dekompresi, bangsal ketergantungan tinggi delapan tempat tidur, dan ruang sakit dengan ketersediaan 10 tempat tidur.

Sebagaimana diketahui, Kapal Selam KRI Nanggala-402 dilaporkan hilang kontak saat sedang melakukan operasi penggenangan peluncur torpedo di perairan utara Bali pada Rabu pagi sekitar pukul 04.25 WITA.

TNI pun telah mengerahkan lima KRI dan satu helikopter untuk melakukan operasi pencarian kapal selam yang diawaki 53 orang tersebut.

Selain itu, kapal dari Singapura yaitu Kapal Swift Rescue dan dari Malaysia yaitu Rescue Mega Bhati juga akan segera tiba di Indonesia untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini