Begini Perkenalan Azis Syamsuddin dengan Penyidik KPK Pemeras Wali Kota Tanjungbalai

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 23 April 2021 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 337 2399680 begini-perkenalan-azis-syamsuddin-dengan-penyidik-kpk-pemeras-wali-kota-tanjungbalai-ribQUtLFD7.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri membeberkan awal perkenalan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, dengan penyidik lembaga antirasuah asal Polri, Stepanus Robin Pattuju. Kata Ali, Aziz pertama kali kenal dengan Stepanus Pattuju lewat ajudan pribadinya yang berasal dari Polri.

(Baca juga: KPK Ungkap Peran Azis Syamsuddin di Balik Pertemuan Oknum Penyidik dan Wali Kota Tanjungbalai)

"Benar, diduga kenal yang bersangkutan (Stepanus Robin Pattuju) dari ajudan AZ (Aziz Syamsuddin) yang juga anggota Polri," kata Ali saat dikonfirmasi, Jumat (23/4/2021).

Ali memastikan bahwa pihaknya bakal menggali lebih lanjut awal mula perkenalan Azis Syamsuddin dengan Stepanus Pattuju saat proses pemeriksaan para saksi. Hal itu juga nantinya bakal dikonfirmasi lebih lanjut ke Azis Syamsuddin saat dipanggil KPK.

(Baca juga: Deretan 10 Armada Tempur Canggih Pencari KRI Nanggala 402 di Laut Bali)

"Nanti akan didalami lebih lanjut pada tahap pemeriksaan di penyidikan," jelasnya.

Sekadar informasi, nama Azis Syamsuddin terseret dalam skandal dugaan suap terkait penghentian penyelidikan perkara korupsi di Pemkot Tanjungbalai. Aziz Syamsuddin disebut sebagai fasilitator atau pihak yang mempertemukan Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial dengan Stepanus Pattuju.

Dari pertemuan itu, Stepanus Pattuju bersama rekannya, seorang pengacara, Maskur Husain bersepakat jahat dengan Syahrial. Kesepakatan jahat antara ketiganya itu berkaitan dengan rencana penghentian penyelidikan perkara dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai. Diduga, M Syahrial terjerat dalam kasus tersebut.

M Syahrial sepakat menyiapkan dana Rp1,5 miliar untuk Stepanus Pattuju dan Maskur Husain agar bisa menghentikan penyelidikan dugaan suap jual-beli jabatan tersebut. Kesepakatan jahat itu terjadi di rumah dinas Azis Syamsuddin.

Namun, dari kesepakatan awal Rp1,5 miliar, Stepanus Pattuju baru menerima uang suap total Rp1,3 miliar. Uang itu diberikan M Syahrial melalui transfer ke rekening bank milik Riefka Amalia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini