Kejagung Kebut Nilai Pasti Kerugian Negara Akibat Korupsi PT Asabri

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 23 April 2021 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 337 2399558 kejagung-kebut-nilai-pasti-kerugian-negara-akibat-korupsi-pt-asabri-dnCFLvwsAz.jpg Ilustrasi (Foto : Sindo)

JAKARTA - Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung, tengah mempercepat proses penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi PT Asabri. Pasalnya proses penyidiknya tahap satu kasus tinggal menghitung hari.

"Batas waktu tahap satu di akhir bulan kita kejar tahap satu," kata Direktur Penyidiknya Kejaksaan Agung, Febrie Ardiansyah, Jumat (23/4/2021).

Baca juga:  Kejagung Sita Hotel Milik Benny Tjokrosaputro di Batam

Dia menjelaskan, untuk menyelesaikan berkas tahap satu, pihaknya tengah berkonsentrasi menjalani kerjasama dengan pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memastikan jumlah nilai kerugian secara pasti dalam kasus megakorupsi tersebut.

"Penyidik juga sudah kerja dengan BPK teman-teman auditor untuk penyelesaian nilai riil kerugian," jelasnya.

Baca juga:  Kejagung Periksa 4 Saksi Usut Dugaan Korupsi ASABRI, Ini Identitasnya

Febri menjelaskan, penyidik dan tim BPK akan melakukan pelacakan transaksi yang diduga perbuatan melawan hukum dan merugikan PT Asabri.

"Nah itu dipilah ini yang memang hati-hati penyidik hati-hati untuk menentukan berapa nilai riil," jelasnya.

Sementara itu, untuk kerugian negara sebasar 23 lebih yang sebelumnya telah diksebutkam masih berasal dari basic data dan belum memiliki bukti kuat. Meski diperkirakan angkanya tidak jauh dari 23 triliun, Febri menyebut penyidik harus mengumpulkan bukti yang kuat agar kuat saat menghadapi persidangan.

"Menentukan transaksi tersebut melawan hukum dan itu kerugian negara karena perbuatan kejahatan tipikor pasti harus ada alat bukti dari transaksi yang didalami oleh teman-teman auditor BPK dan kawan-kawan OJK," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini