Fakta Terbaru dan Spekulasi Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402

Khafid Mardiyansyah, Okezone · Jum'at 23 April 2021 10:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 337 2399498 fakta-terbaru-dan-spekulasi-hilangnya-kapal-selam-kri-nanggala-402-FvwXgcqa4L.jpg Kapal Selam KRI 402 hilang di perairan Bali (foto: SINDO)

JAKARTA - Kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di Prairan Utara Bali pada Rabu 21 April. Hingga kini, petugas gabungan dari TNI-Polri yang dipimpin Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto masih terus melakukan pencarian.

Sejumlah negara pun ikut serta membantu dengan mengerahkan peralatan dengan teknologi canggihnya. Namun demikian, peristiwa tersebut menimbulkan spekulasi dan fakta menarik. Dari rangkuman Okezone, berikut fakta-fakta terbaru yang berhasil dirangkum.

Baca Juga: Kapal Selam KRI Nanggala 402 dengan 53 Awak Hilang, Keluarga: Kami Masih Syok 

Baca Juga: KRI Pasopati, Kapal Selam Pertama Milik TNI AL Tanpa Pendingin dan Pernah Dibayangi Pesawat Tempur AS

1. Kapal Menyelam Terlalu Dalam

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan kepada wartawan, persediaan oksigen di kapal selam akan habis pada Sabtu (24/4) pukul 03.00. Ia mengatakan tim penyelamat menemukan benda tak dikenal dengan kekuatan magnet tinggi di kawasan itu dan para pejabat berharap itu merupakan kapal selam.

Angkatan Laut mengatakan, mereka yakin kapal selam itu tenggelam ke kedalaman 600-700 meter, jauh lebih dalam dari posisi kedalaman yang diperkirakan oleh perusahaan yang meningkatkan kemampuan kapal tersebut pada 2009-2012, yakni 200 meter.

2. Kapal Diduga Alami Blackout

Dinas Penerangan TNI AL mengungkap dugaan sementara penyebab kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di Perairan Bali Rabu (21/4/2021). Kapal tersebut diduga mengalami blackout alias mati listrik total.

Hal itu pula yang mengakibatkan awak kapal tak dapat melakukan proses kedaruratan. Menurut TNI AL, proses blackout tersebut dimungkinkan terjadi saat kapal berada di posisi menyelam statis.

"Kemungkinan saat menyelam statis terjadi blackout sehingga kapal tidak terkendali dan tidak dapat dilaksanakan prosedur kedaruratan (tombol darurat untuk mengembus supaya kapal bisa timbul ke permukaan)," kata Dispenal dalam keterangannya

Akibat hal tersebut, kapal selam KRI Nanggala 402 diduga tenggelam ke kedalaman 600 hingga 700 meter. Kemudian, masih berdasarkan analisis sementara, tangki bahan bakar minyak diduga mengalami keretakan.

3. Polemik Ditemukannya Tumpahan BBM

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Julius Widjojono, menduga adanya kemungkinan tangki BBM retak. Hal ini dikarenakan adanya tumpahan minyak di sekitar area tenggelam.

“Terjadinya tumpahan minyak di sekitar area tenggelam. Kemungkinan terjadi kerusakan tangki BBM (retak) karena tekanan air laut atau pemberian sinyal posisi dari KRI Nanggala-402,” ungkapnya.

Seperti diketahui KRI Nanggala-402 hilang kontak sekita pukul 03.00 WIB. KRI Nanggala merupakan kapal selam buatan Jerman tahun 1977. Dimana masuk jajaran TNI Al tahun 1981. Julius mengatakan kondisi material dan personil siap dalam pelayaran tersebut.

Terdapat 53 awak di kapal selam tersebut yang terdiri atas 49 anak buah kapal (ABK), 1 komandan satuan 3 personel arsenal.

4. KRI Nanggalaa 402 Berusia 40 Tahun

Armada kapal selam milik TNI Angkatan Laut yang hilang di perairan Bali diketahui adalah KRI Nanggala 402. Kapal selam TNI AL tersebut buatan Jerman pada tahun 1981 dan dapat memuat hingga 34 penumpang.

Dilansir Reuters, KRI Nanggala 402 sedang melakukan latihan di perairan Bali. Namun hingga kini belum diketahui keberadannya.

Sekadar diketahui, TNI AL saat ini mempunyai lima armada kapal selam. Tiga di antaranya baru buatan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co. Ltd (DSME), Korea Selatan, yaitu KRI Nagapasa 403, Ardadedali 404, Alugoro 405.

Sedangkan dua unit kapal selam lainnya merupakan buatan Jerman dan sudah berusia tua. Selain Nanggala yang hilang kontak, satu kapal selam lainnya bernama Cakra 401.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini