Share

Di KTT, Jokowi Pertegas Keseriusan Indonesia dalam Penanganan Perubahan Iklim

Dita Angga R, Sindonews · Jum'at 23 April 2021 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 337 2399343 di-ktt-jokowi-pertegas-keseriusan-indonesia-dalam-penanganan-perubahan-iklim-2wZSq5IqQd.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Ist)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau Leaders Summit on Climate secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor pada Kamis 22 April 2021 malam. KTT ini digelar oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

“Terima kasih yang mulia Presiden Biden atas penyelenggaraan KTT ini. Dampak perubahan iklim sangat nyata di hadapan kita. Covid-19 dan resesi global membuat tantangan semakin kompleks,” katanya dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (23/4/2021).

Baca Juga:  Jokowi: Prioritas Utama Adalah Keselamatan 53 Awak Kapal Selam Nanggala 402

Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan beberapa pemikiran terkait dengan isu perubahan iklim. Salah satunya adalah penegasan bahwa Indonesia sangat serius dalam pengendalian perubahan iklim dan mengajak dunia untuk melakukan aksi-aksi nyata.

“Sebagai negara kepulauan terbesar dan pemilik hutan tropis, penanganan perubahan iklim adalah kepentingan nasional Indonesia. Melalui kebijakan, pemberdayaan, dan penegakkan hukum, laju deforestasi Indonesia saat ini turun terendah dalam 20 tahun terakhir,” ungkapnya.

Baca Juga:  Hilal Reshuffle Belum Kelihatan, Pengamat: Pak Jokowi Masih Evaluasi Menterinya

Jokowi juga mengatakan bahwa penghentian konversi hutan alam dan lahan gambut mencapai 66 juta hektare. “Lebih luas dari gabungan luas Inggris dan Norwegia. Penurunan kebakaran hutan hingga sebesar 82% di saat beberapa kawasan di Amerika, Australia, dan Eropa mengalami peningkatan terluas,” ujarnya.

Selain itu, dia mengajak para pemimpin untuk memajukan pembangunan hijau untuk dunia yang lebih baik. Menurutnya Indonesia telah memutakhirkan kontribusi yang ditentukan secara nasional (nationally determined contributions/NDC) untuk meningkatkan kapasitas adaptasi dan ketahanan iklim.

Lebih lanjut Indonesia menyambut baik penyelenggaraan Konvensi Kerangka Perubahan Iklim ke-26 di Inggris untuk hasil yang implementatif dan seimbang. Indonesia juga menyambut baik target sejumlah negara menuju net zero emission tahun 2050. Namun, agar kredibel, komitmen tersebut harus dijalankan berdasarkan pemenuhan komitmen NDC tahun 2030.

"Negara berkembang akan melakukan ambisi serupa jika komitmen negara maju kredibel disertai dukungan riil. Dukungan dan pemenuhan komitmen negara-negara maju sangat diperlukan," pungkasnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini