KPK Lapor Dewas Terkait Oknum Penyidiknya Terima Suap dari Wali Kota Tanjungbalai

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Jum'at 23 April 2021 01:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 337 2399334 kpk-lapor-dewas-terkait-penyidiknya-terima-suap-dari-wali-kota-tanjungbalai-q9pcs9xvrd.jpg Ketua KPK Firli Bahuri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan bahwa pihaknya telah melaporkan dugaan pelanggaran etik kepada Dewan Pengawas (Dewas) usai menetapkan seorang penyidiknya sebagai tersangka. Penyidik KPK tersebut bernama Stepanus Robin Pattuju (SRP).

"Selain penanganan tindak pidana tersebut, KPK juga akan melaporkan dugaan pelanggaran etik ini kepada Dewan Pengawas KPK," ujar Firli dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/4/2021).

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP), Walikota Tanjung Balai periode 2016-2021 M Syahrial (MS), dan seorang pengacara bernama Maskur Husain (MH).

Baca Juga: Anak Buahnya Terima Suap, Ketua KPK Minta Maaf

Ketiganya ditetapkan tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai Tahun 2020-2021.

Atas perbuatan tersebut, SRP dan MH disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 UU Nomor 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan MS disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 UU Nomor 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga: Dewas Terima Informasi Penyidik KPK Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai Rp1,5 Miliar

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini