Hasyim Asy'ari Tak Masuk Kamus Sejarah Indonesia, Pelajar NU Beri 4 Catatan ke Nadiem Makarim

Bima Setiyadi, Koran SI · Kamis 22 April 2021 21:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 337 2399271 hasyim-asy-ari-tak-masuk-kamus-sejarah-indonesia-pelajar-nu-beri-4-catatan-ke-nadiem-makarim-tL4roM3tFP.jpg Mendikbud Nadiem Makarim (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Aswandi Jailani memberikan empat catatan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) Nadiem Makarim setelah pendiri NU KH Hasyim Asy’ari tak masuk dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I.

Pertama, IPNU menilai, Kamus Sejarah Indonesia I tersebut tidak pantas dijadikan rujukan dan pedoman bagi seluruh pelajar Indonesia.

“Kedua, mendesak Mendikbud untuk bersih-bersih kementerian terutama dirjen kebudayaan dan jajarannya yang mengurusi kamus tersebut,” katanya dalam keterangannya, Kamis (22/4/2021).

Ketiga, IPNU juga mendesak pihak yang melakukan kesalahan tersebut segera memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. "Keempat, IPNU meminta agar buku tersebut diperbaiki dengan melibatkan seluruh para ahli terkait, khususnya sejarawan dan tokoh masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Nama KH Hasyim Asy'ari Hilang dari Kamus Sejarah, Nadiem Makarim: Itu Disusun Sebelum Saya Jadi Menteri

Dia menilai, Nadiem seharusnya melakukan pengecekan setiap program Kemendikbud. Karena, meski penyusunan tak terjadi saat Nadiem duduk sebagai pembantu presiden, tapi semestinya tak boleh luput dari pengawasannya.

"Ya saya meminta Mas Nadiem untuk mengevaluasi kinerja Kemendikbud, termasuk Dirjen yang mengurusi hal itu. Karena, bagaimana pun IPNU sebagai bagian yang tak terpisahkan dari NU sangat tidak terima, sebab pendiri NU hilang dari catatan kamus sejarah Indonesia I, terlepas disengaja ataupun tidak," kata dia.

Baca juga: Hasyim Asy'ari Tak Masuk dalam Buku Sejarah, Nadiem Diminta Tegur Dirjen Kebudayaan Kemendikbud

Dia menambahkan, isi Kamus Sejarah Indonesia tersebut harus didominasi oleh tokoh-tokoh nasional Indonesia, bukan para penjajah Indonesia.

“Ini yang paling penting isi bukunya harus didominasi oleh tokoh-tokoh nasional Indonesia bukan sebaliknya didominasi oleh para penjajah dan tokoh PKI,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nadiem Makarim menjelaskan bahwa kamus sejarah itu disusun sebelum dirinya menjabat pembantu presiden, tepatnya tahun 2017.

"Kamus sejarah ini disusun sejak 2017, sebelum saya menjabat. begitu saya dengar isu ini, maka saya langsung mengambil langkah kongkrit untuk menugaskan dirjen kebudayaan mengambil langkah kongkrit," kata Nadiem dalam unggahan video di akun Instagram @nadiemmakarim, kemarin.

Dia mengaku telah menugaskan anak buahnya untuk melakukan penyempurnaan kamus sejarah tersebut. Selain itu, agar mempertimbangkan masukan dari seluruh lapisan masyarakat termasuk NU.

"Saya tugaskan langsung, untuk melakukan penyempurnaan langsung yang sempat terhenti. Dilanjutkan dengan cermat dan secara teknis, dan berbagai pertimbangan termasuk NU. Kepada masyarakat Indonesia Kemendikbud tidak ada sama sekali menghilangkan nilai sejarah, perjuangan tokoh-tokoh bangsa termasuk KH Hasyim Asy'ari," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini