Menteri Nadiem Akui Kamus Sejarah Indonesia Tidak Lengkap

Komaruddin Bagja, Sindonews · Kamis 22 April 2021 19:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 337 2399237 menteri-nadiem-akui-kamus-sejarah-indonesia-tidak-lengkap-sZtIijnqOz.jpg Mendikbud RI, Nadiem Makarim di kantor PBNU (foto: MNC Portal/Bagja)

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) terkait hilangnya nama KH Hasyim Asy'ari dalam kamus sejarah Indonesia.

"Pertama saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada PBNU sudah menerima saya hari ini untuk berdiskusi tadi dengan Kiai Said Aqil, bu Yeni juga ada dan pak Sekjen," kata Nadiem kepada wartawan di kantor PBNU, Kamis (22/4/2021).

Baca juga:  Hasyim Asy'ari Tak Masuk dalam Buku Sejarah, Nadiem Diminta Tegur Dirjen Kebudayaan Kemendikbud

Menurutnya, nama pendiri NU hilang sejak periode sebelum dirinya menjadi Mendikbud.

"Pertama kesempatan untuk bisa meluruskan isu ini, walaupun ini terjadi disusun dirancang sebelumnya saya menjadi menteri. Tapi tetap saja sebagai menteri sekarang itu menjadi tanggung jawab saya untuk mengkoreksi," tambahnya.

Baca juga:  KH Hasyim Asyari Hilang dari Kamus Sejarah, Pesantren Tebuireng: Kemendikbud Harus Minta Maaf

Nadiem mengatakan, secepatnya Kemendikbud akan melakukan revisi Kamus Sejarah Indonesia.

"Jadi kita akan segera melakukan revisi daripada kamus sejarah ini. Ada berbagai macam isu, bukan hanya dari pihak NU, tapi kita sudah menemukan banyak ketidaklengkapan yang akan kita segerakan untuk merevisi kamus sejarah ini," ungkapnya.

Karena Kamus sejarah dan tokoh-tokoh sejarah ini adalah identitas Indonesia.

"Kita tidak tahu Indonesia mau kemana tanpa kita tidak mengetahui kita dari mana. Dan itu adalah esensi dari daripada dari pengajarannya Ki Hajar Dewantara, jadi kita harus bisa mengerti sejarah kemerdekaan kita untuk mengetahui apakah kita merdeka atau tidak," kata Nadiem.

"Jadi ini akan segera kami koreksi dan kami mohon maaf dengan segala ketidaknyamananya. Ini pun isu yang mengagetkan kami di Kemendikbud, tapi dengan seperti biasanya kami akan selalu siap selalu bergerak cepat dan menangani untuk mengkoreksi yang mungkin belum sempurna pada saat ini," jelasnya.

"Itu mungkin dari saya, sekali lagi terima kasih untuk perbincangannya, dukungannya, dan akan segera kami lakukan pelurusan isu ini dengan input dari PBNU dan organisasi-organisasi lainnya dan sejarawan-sejarawan yang akan melengkapi kamus sejarah ini," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini