KRI Nanggala 402 Hilang, Komisi I: Evaluasi Alutsista Tua dan Lakukan Modernisasi

Tim Okezone, Okezone · Kamis 22 April 2021 18:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 337 2399216 kri-nanggala-402-hilang-komisi-i-evaluasi-alutsista-tua-dan-lakukan-modernisasi-WuRgs23u97.jpg Kapal selam 402 (foto: Okezone)

JAKARTA – Kabar hilangnya Kapal Selam Republik Indonesia (KRI) Nanggala 402 hingga kini belum diketahui keberadaannya. Hingga kini, masih simpang siur kejelasannya.

Anggota Komisi I DPR, Farah Puteri Nahlia memberikan catatan kepada pemerintah, dalam hal ini TNI dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

“Pertama, saya mengucapkan rasa prihatin yang mendalam dan memanjatkan doa agar seluruh prajurit TNI yang bertugas di dalam kapal tersebut segera ditemukan dalam keadaan sehat tanpa kurang satupun,” kata Farah Puteri Nahlia.

Baca Juga: Eks Komandan Kapal Selam Nuklir Inggris: KRI Nanggala 402 Mungkin Tak Akan Ditemukan

Dia juga meminta pemerintah memerintahkan seluruh stakeholder terkait untuk bersama-sama TNI mencari keberadaan KRI Nanggala 402.

Baca Juga: KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, Prabowo: Kita Cari Secara Intensif

Hal lain yang terpenting adalah TNI dan Kementerian Pertahanan harus Terkahir, mengevaluasi seluruh alutsista tua yang masih digunakan. Selain itu untuk menghindari musibah serupa, TNI perlu menghentikan untuk sementara pengoperasian kapal selam sejenis yakni KRI Cakra 401, hingga ada kepastian dan kesiapan yang sempurna dari kapal selam tersebut.

“Jangan sampai karena keterbatasan alutista, penggunaan alutista yang diduga telah obsolete menghambat tugas-tugas prajurit TNI dan bahkan membahayakan nyawa prajurit. Kapal buatan tahun 1980an menurut hemat saya memang sudah seharusnya diganti dengan yang lebih baru,” tuturnya.

Terakhir, ia meminta pemerintah memprioritaskan agenda modernisasi alutsista dan mengevaluasi seluruh kegiatan dan penganggaran yang tidak berkaitan dengan tugas utama TNI sebagai alat pertahanan.

Penguatan modernisaai alutsista TNI merupakan kebutuhan yang mendesak mengingat kondisi alutsista yang masih terbatas. “Terpenting yang harus digaris bawahi dan kita semua harus ingat, Alutsista renta harus diremajakan, jangan sampai mengorbankan prajurit kita,” tegas Farah.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini