Ini Penjelasan Kasal Terkait Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala

Carlos Roy Fajarta, · Kamis 22 April 2021 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 337 2399061 ini-penjelasan-kasal-terkait-hilangnya-kapal-selam-kri-nanggala-WZ7hzmsibE.jpg Foto: Illustrasi Sindonews

JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Yudo Margono memberikan penjelasan detail dan teknis mengenai kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di perairan Bali pada Rabu 21 April 2021 kemarin.

"Seperti apa yang sudah disampaikan unsur-unsur AL dalam melakukan penembakan, ini merupakan bagian dari pembinaan kemampuan dan kekuatan TNI AL. Yang mana akan dilaksanakan penembakan Rudal C802 dan Torpedo kepala perang dengan sasaran sebuah KRI," ujar Yudo Margono di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis (22/4/2021).

Baca juga:  Kasal : Latihan Penembakan Torpedo Ditunda, Konsentrasi Cari KRI Nanggala 402

Sesuai prosedur peluncuran torpedo, kapal selam KRI Nanggala 402 harus didampingi oleh tim dari sea rider dan sejumlah KRI lainnya yang menempati posisi masing-masing.

"KRI lain melaksanakan persiapan torpedo meluncur. Namun demikian jam 03.46, Sea Rider melihat dari periskop dan lampu pengenal dari KRI Nanggala tidak terlihat dan akan menyelam. Sampai jam 04.46 sea rider mencoba melakukan pemanggilan tapi tidak ada respon, komunikasi tidak terjalin. Seharusnya saat penembakan torpedo mereka melakukan otorisasi. Namun setelah dipanggil tidak ada respon. 04.17 kita kerahkan heli untuk melakukan deteksi visual. 05.15 mereka seharusnya sudah timbul ke permukaan laut tapi tidak muncul juga," tambah ucap Yudo Margono.

Baca juga:  Panglima TNI Ajak Masyarakat Berdoa agar Prajurit KRI Nanggala 402 Segera Ditemukan

Setelah pada waktu yang sudah ditentukan kapal selam KRI Nanggala 402 tidak juga muncul di permukaan laut, prajurit TNI AL kemudian melakukan operasi pencarian.

"05.15 kita lakukan swap block apabila kapal selam tenggelam. 06.46 kita laksanakan isyarat submis, latihan ditunda, dan semua melaksanakan pencarian. Sampai sekarang belum ada bukti otentik tenggelam disebelah mana. Ini kronologi, KRI Nanggala masih dalam pencarian. Saat ini ada 21 KRI sedang melakukan pencarian, 5 pesawat udara, dan 2 kapal selam. Kita distres ke negara memiliki kapal selam. Sehingga negara yang memiliki kapal selam siap membantu. Yang sudah berangkat dari Singapura dan Malaysia. Ini menjadi kesepakatan dalam kedaruratan mereka wajib melakukan perbantuan dalam misi kemanusiaan tidak melihat persoalan politik dan lain-lain," tandas Yudo Margono.

Sebelumnya, Kapuspen TNI, Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan kapal selam KRI Nanggala 402 sampai Kamis (22/4/2021) belum ditemukan.

Hal tersebut disampaikan Achmad Riad saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali pada Kamis (22/4/2021) pagi.

"Jadi saya sampaikan sampai saat ini belum ditemukan, memang ada sejumlah temuan visual tapi itu bukan menjadi dasar identifikasi," ujar Achmad Riad.

Ia menyebutkan terdapat temuan tumpahan minyak dan bau solar di beberapa lokasi berbeda. Temuan tersebut terlihat secara visual oleh sejumlah alutsista TNI yang dikerahkan untuk melakukan pencarian.

Alutsista yang dimaksud yakni:

1. Heli Panther HS 4211 posisi 07 derajat 49 menit 74 detik lintang selatan 114 derajat 50 menit 78 detik bujur timur radius 150 meter. Kabawean juga menemukan tapi lokasi tidak dilaporkan.

2. KRI RE Martadinata 331 melaporkan menemukan di posisi 07 derajat 51 menit 92 detik lintang selatan kemudian 114 derajat 51 menit 77 detik bujur timur. Area seluas 150 meter.

Achmad Riad melanjutkan penjelasannya. Disamping laporan temuan minyak, KRI RE Martadinata 331 menyampaikan laporan lisan terdeteksi pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2,5 knots kemudian kontak tersebut menghilang. Sehingga dari hal tersebut tidak cukup data untuk mengidentifikasi kontak dimaksud sebagai kapal selam.

"Jadi saya tegaskan berbagai berita bahwa 21 jam sudah ditemukan itu tidak bisa menjadi dasar. Rekan-rekan media tidak membuat analisis data, ataupun memberitakan data yang belum pasti diketahui kebenarannya. Sampai saat ini kami masih dilakukan pencarian. Selain KRI Rigel 933, ada 5 KRI dan 1 helikopter dengan kekuatan 400 orang," tandas Achmad Riad.

Sebagaimana diketahui, kronologis awal mula bagaimana kapal selam KRI Nanggala 402 hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) bermula dari Pukul 03.46 KRI Nanggala 402 melakukan penyelaman.

Kemudian pukul 04.40 melaksanakan penggenangan peluncur torpedo nomor 8 (bukan rudal). Kemudian komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala 04.25 saat komandan gugus tugas latihan akan memberikan otorisasi penembakan torpedo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini