KPK Periksa Oknum Penyidik Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Kamis 22 April 2021 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 337 2398984 kpk-periksa-oknum-penyidik-diduga-peras-wali-kota-tanjungbalai-GSBeYjDwAG.jpg Plt Jubir KPK, Ali Fikri. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt) juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri mengungkapkan saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap oknum penyidik yang diduga melakukan pemerasan terhadap Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

"Setelah diamankan kemarin, tim penyelidik KPK saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap oknum tersebut di Gedung Merah Putih," ujar Ali dalam keterangannya, Kamis (22/4/2021).

Ali mengungkapkan, saat ini pihaknya juga tengah mengumpulkan bukti terkait dugaan pemerasan tersebut. Dirinya pun membenarkan bahwa oknum penyidik KPK yang melakukan pemerasan berasal dari kepolisian.

"KPK masih terus mengumpulkan bukti-bukti dan meminta keterangan sejumlah pihak terkait dugaan penerimaan uang oleh oknum penyidik KPK yang berasal dari Kepolisian tersebut," jelasnya.

Ali menegaskan pihaknya bakal memproses oknum penyidik tersebut secara transparan. Dan perkembangan mengenai kasus tersebut akan selalu diinformasikan. 

Baca juga: Dewas Terima Informasi Penyidik KPK Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai Rp1,5 Miliar

"Kami memastikan penanganan perkara dugaan penerimaan uang ini akan diusut sendiri oleh KPK secara transparan. Untuk itu, kami persilakan masyakarat untuk mengawal prosesnya," kata Ali.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir tindakan oknum penyidik yang melakukan pemerasan berasal.

"Kami memastikan memegang prinsip zero tolerance.

Baca juga: Daftar Pejabat Kemensos Diduga Kecipratan "Uang Panas" Bansos Corona

KPK tidak akan mentolerir penyimpangan dan memastikan akan menindak pelaku korupsi tanpa pandang bulu," tegas Firli. 

Dari informasi yang dihimpun, oknum penyidik KPK diduga meminta uang dengan nominal sekitar Rp 1,5 miliar kepada Wali Kota Tanjungbalai H.M Syahrial. Pemerasan itu dilakukan dengan iming-iming akan menghentikan kasus diduga melibatkan Syahrial.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini