Menteri Nadiem: Kami Tak Ada Niat Hilangkan Jejak Sejarah

Neneng Zubaidah, Koran SI · Rabu 21 April 2021 20:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 337 2398628 mendikbud-kami-tak-ada-niat-hilangkan-jejak-sejarah-t09R3jlV49.jpg Mendikbud Nadiem Makarim (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polemik tidak dicantumkannya KH Hasyim Ashari dalam kamus sejarah bergulir cepat disemua kalangan. Mendikbud Nadiem Anwar Makarim pun memberi keterangan resmi bahwa Kemendikbud akan melakukan penyempurnaan kamus sejarah itu sehingga bisa memberikan manfaat bagi semua masyarakat.

Di sisi lain Kemendikbud menekankan tidak ada niat untuk menghilangkan jejak sejarah bangsa.

"Kepada masyarakat Indonesia saya ingin memastikan bahwa tidak ada niatan sama sekali Kemendikbud untuk menghilangkan jejak sejarah," kata Mendikbud Nadiem dalam keterangan video resmi yang diunggah di Instagram resminya, Rabu (21/4).

Mantan petinggi Gojek ini menekankan bahwa Kemendikbud memastikan komitmen penghormatan atas nilai-nilai sejarah dan perjuangan tokoh-tokoh bangsa. Termasuk keberadaan KH Hasyim Ashari sebagai pendiri NU dan para tokoh penerusnya.

Baca Juga: Polemik Hilangnya Pendiri NU dari Kamus Sejarah, Ini Penjelasan Mendikbud

Menurutnya, KH Hasyim Ashari adalah seorang kiai, guru dan juga panutan yang telah menorehkan sejarah panjang dalam perkembangan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Ssmentara NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang lahir dari buah pemikiran KH Hasyim Ashari akan menjadi pilar terpenting dalam lini kemajuan bangsa.

"Bangsa ini berhak mengetahui tokoh-tokoh yang berjasa dalam mendirikan dan membangun Negeri," ungkapnya.

Oleh karena itu, Mantan petinggi Gojek ini menyatakan, Kemendikbud pun mendirikan Museum Islam Hasyim Ashari di Jombang, Jawa Timur. Selain itu, kata Nadiem, dalam rangka 109 tahun Kebangkitan Nasional, Kemendikbud menerbitkan buku KH. Hasyim Asy’ari: Pengabdian Seorang Kyai Untuk Negeri.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini