Pengakuan Penyuplai Senjata ke KKB, Tergoda Uang Rp1 Miliar

INews.id, · Rabu 21 April 2021 17:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 337 2398577 pengakuan-penyuplai-senjata-ke-kkb-tergoda-uang-rp1-miliar-w4eAX8OOrH.JPG Paniel Kogoya (Foto: TNI)

JAYAPURA - Polisi mendalami kasus jual beli senjata api untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB). Seorang tokoh agama Paniel Kogoya (41) ditangkap setelah beberapa bulan masuk daftar pencarian orang (DPO).

Paniel Kogoya alias Peni yang berprofesi sebagai Pendeta Gereja Harapan Bertunas Kalibobo diduga menjadi pencari atau pembeli senjata api untuk KKB. Bisnis ilegal ini dijalani dengan bermitra bersama seorang bernama Didy Chandra Warobay.

Berdasarkan keterangan tersangka Paniel Kogoya, dirinya bertemu dengan Didy Chandra pada 2018 di pasar Oyehe Nabire. Ketika itu, dia ditawari sepucuk senjata api.

"Namun saya tolak, saya bilang tidak berani. Lalu kami bertukar nomor ponsel," kata Paniel dalam keterangannya kepada polisi, Selasa (20/4/2021).

Namun dua pekan kemudian, dia datangi tiga orang diduga anggota KKB dari Kabupaten Nduga. Mereka atas nama Ges Gwijangge, Jhon Gwijangge dan seorang lagi yang tak dijelaskan identitasnya. Mereka kelompok dari Eganius Kogoya yang sedang mencari senjata api.

"Mereka bilang datang ke Nabire untuk mencari empat senjata api dan sudah ada uang senilai Rp1 miliar," ujar dia.

Seketika Paniel langsung menghubungi Dedy Chandra via telepon. Lalu terjadi empat kali transaksi senjata api jenis M16 (dua pucuk) dan SS1 (dua pucuk) dengan total Rp1 miliar.

Adapun angka satuannya yakni M16 Rp350 juta, M16 Rp350 juta, SS1 Rp230 juta dan SS1 lipat Rp230 juta. Pembelinya atas nama Ges Gwijangge, dan senjata apinya bersumber dari Didy Chandra yang saat ini telah berstatus narapidana di Lapas Nabire.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini