KPK Dalami Adanya Oknum Penyidik yang Memeras Wali Kota Tanjungbalai

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 21 April 2021 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 337 2398527 kpk-dalami-adanya-oknum-penyidik-yang-memeras-wali-kota-tanjungbalai-76YOmLTdEH.jpg Ketua KPK Firli Bahuri (Foto : Dok KPK)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri bakal mendalami dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum penyidik lembaga antikorupsi itu. Pemerasan dilakukan oleh oknum penyidik kepada Wali Kota Tanjungbalai H.M Syahrial dengan meminta uang sebesar Rp 1,5 miliar.

"Saya akan check dan dalami info tersebut," tegas Firli kepada wartawan, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Ketua KPK Benarkan Penyidik KPK Geledah Rumah Wali Kota Tanjungbalai

Dari informasi yang dihimpun, oknum penyidik KPK diduga minta uang dengan nominal sekitar Rp 1,5 miliar kepada Wali Kota Tanjungbalai H.M Syahrial. Pemerasan itu dilakukan dengan iming-iming akan menghentikan kasus diduga melibatkan Syahrial.

Diketahui, KPK membenarkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan penyidikan adanya tindak pidana korupsi terkait penerimaan hadiah atau janji terkait lelang atau mutasi jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai Tahun 2019.

Baca juga: KPK Geledah Rumah Pribadi Wali Kota Tanjungbalai Syahrial, Kasus Apa?

Hal tersebut buntut dari digeledahnya kediaman Wali Kota Tanjungbalai Syahrial pada Selasa (20/4) kemarin.

"Benar, setelah menemukan dua bukti permulaan yang cukup maka saat ini KPK sedang melakukan penyidikan dugaan TPK terkait penerimaan hadiah atau janji terkait lelang / mutasi jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai Tahun 2019," ujar Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (21/4/2021).

Namun, Ali belum mau mengungkapkan siapa saja pihak yang telah ditersangkakan serta konstruksi perkaranya. Saat ini pihaknya masih fokus untuk mengumpulkan barang bukti perkara tersebut.

"Tim Penyidik KPK masih akan terus melakukan pengumpulan alat bukti untuk melengkapi berkas perkara," jelasnya.

"Namun demikian, KPK tetap berkomitmen sebagai bentuk keterbukaan informasi kami akan selalu menyampaikan perkembangan penanganan perkara ini kepada masyarakat," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini