Kasus Narkoba Makin Marak, BNN: Pabrik Golden Triangle Sedang Panen

Riezky Maulana, iNews · Rabu 21 April 2021 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 337 2398368 kasus-narkoba-makin-marak-bnn-pabrik-golden-triangle-sedang-panen-RcW8LZU7IE.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Polisi Petrus Reinhard Golose menyebut pabrik di The Golden Triangle, yang merupakan kebun opium dan pabrik sabu terbesar di Asia Tenggara tengah panen besar-besaran.

Hal itu merespons pertanyaan wartawan mengapa dalam satu bulan ke belakang, BNN selalu menungkap narkoba dalam jumlah besar.

Sekadar informasi pada Kamis 25 Maret lalu, BNN berhasil menyita barang bukti sabu, ganja, serta pil ekstasi sebanyak 35.195 butir dari pedalaman Asia Tenggara, antara Thailand, Myanmar, dan Laos. Terkini, BNN menyita 212,39 Kg sabu dan ekstasi 19.700 butir.

"Kita tahu bersama pembuatan metamfetamin sabu ini dari produk efiderin kemudian prekursornya dari efedra lagi panen di wilayah sana (The Golden Triangle)," ucap Petrus di kantornya, Cawang, Jakarta Timur, (21/4/2021).

Dia menjelaskan, Indonesia melalui BNN pun akan terus berupaya menangkal peredaran gelap narkoba. Menurutnya, negara tidak boleh kalah melawan para sindikat narkoba.

"Ini kuat-kuatan dan kita negara, tidak boleh kalah melawan sindikat narkoba," tuturnya.

Lebih jauh dia memaparkan, selama empat bulan di Tahun 2021, pihaknya telah menyita kurang lebih ton narkoba. Barang haram itu didapat dari berbagai jaringan.

"Perlu saya sampaikan kepada rekan-rekan bahwa dalam kurun empat bulan ini berbagai macam jaringan narkotika berhasil diungkap oleh BNN bekerjasama dengan seluruh stakeholders. Dalam pengungkapan yang dilakukan BNN sudah lebih daripada 1,1 ton atau tepatnya 101,64 Kg," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini