Nama Pendiri NU Hilang, PKB Desak Kemendikbud Usut 'Pembocor' Draft Kamus Sejarah Indonesia

Rakhmatulloh, Sindonews · Rabu 21 April 2021 08:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 337 2398168 nama-pendiri-nu-hilang-pkb-desak-kemendikbud-usut-pembocor-draft-kamus-sejarah-indonesia-8FH1bRL2Oj.jpg Sekjen PKB Hasanuddin Wahid (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), M Hasanuddin Wahid mendesak Kementerian Pendidikan dan Kemendikbud untuk mengusut tuntas siapa pembocor draft Kamus Sejarah Indonesia terbitan Dirjen Kebudayaan sehingga nama pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari tak masuk di dalamnya.

"Kemendikbud harus usut tuntas siapa yang membocorkan draft tersebut. Itu kesalahan mereka berikutnya," kata Hasanuddin kepada wartawan, Rabu (21/4/2021).

Baca Juga:  Kamus Sejarah Indonesia Kemendikbud Disebut Tak Layak Jadi Rujukan

Hasanuddin mengatakan, langkah itu perlu dilakukan jika berargumen pada penjelasan Dirjen Kebudayaan yang menilai kamus yang disusun pada 2017 itu sengaja ada yang membocorkan, dan penilaian soal ada pihak-pihak yang ingin membenturkan NU dengan Kemendikbud.

"Kesalahan pertama buat kamus sajarah yang tidak mencantumkan kH Hasyim Asy'ari dan justru mencantumkan tahanan radikalisme. Kesalahan kedua, draft yang sudah ada kata sambutan/pengantar dirjen hilmar dibocorkan ke publik, itu artinya kemendikbud tidak punya tertib data dan kedisiplinan administrasi," ungkapnya.

Baca Juga:  Polemik Hilangnya Pendiri NU dari Kamus Sejarah Indonesia, Kemendikbud Bentuk Tim Pengoreksi

Maka itu, menurut pria yang akrab disapa Cak Udin itu, mestinya Kemendikbud menertibkan internalnya dan bukan malah menuduh ada yang mau benturkan lembaganya dengan NU. "Enggak usah membelokkan opini, kesalahan dalam menyusun buku sejarah dan kebocoran data ke publik, kok ditutupi dengan ada yang mau benturkan NU dengan kemendikbud," pungkas dia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini