Tak Cantumkan Nama Hadratus Syeh Hasyim Asyari, Kemendikbud Minta Maaf

Antara, · Selasa 20 April 2021 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 337 2397965 tak-cantumkan-nama-hadratus-syeh-hasyim-asyari-kemendikbud-minta-maaf-ExC9ZGX5Vx.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan bahwa tidak ada niat untuk menghilangkan peran pendiri Nahdlatul Ulama Hadratus Syeh Hasyim Asyari dalam kamus sejarah.

“Kesimpulannya, terjadi keteledoran yang mana naskah yang belum siap kemudian diunggah ke laman Rumah Belajar. Tidak ada niat untuk menghilangkan KH Hasyim Asyari sebagai tokoh sejarah dalam buku tersebut,” ujar Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, Selasa (20/4/2021).

Dia menjelaskan bahwa di dalam buku yang sama juga terdapat peran dari Hadratus Syeh Hasyim Asy’ari yang ada dalam bagian pendiri NU. Peran Hasyim Asyari disebutkan di dalam halaman lain, hanya tidak ada di dalam lema atau entry.

Dia pun meminta maaf kepada semua pihak terkait tak dicantumkannya nama Hasyim Asyari tersebut.

“Jadi, narasi menghilangkan peran KH Hasyim Asyari itu tidak benar. Kami mengakui memang ada kesalahan teknis dan kami memohon maaf. Kesalahan itu seharusnya tidak perlu terjadi,” jelas dia.

Baca juga: Penjelasan Anak Buah Nadiem soal Hilangnya Nama Hasyim Asyari di Kamus Sejarah

Hilmar menjelaskan bahwa buku tersebut telah disusun pada 2017 dan risetnya melibatkan banyak pihak. Buku tersebut, kata dia, sebenarnya belum selesai, namun karena pada waktu itu tahun anggaran habis maka harus dilaporkan dan yang tidak selesai dibuatkan buku elektroniknya.

Baca juga: KH Hasyim Asyari Hilang dari Kamus Sejarah Indonesia, NU-PKB Protes Keras Kemendikbud

Pada 2019, ada program mengumpulkan bahan dari masing-masing direktorat untuk diunggah ke laman Rumah Belajar. Pihaknya sudah menarik kamus sejarah tersebut dan buku sejarah lainnya. Kemendikbud akan meninjau ulang buku-buku sejarah tersebut agar kesalahan tersebut tidak lagi terjadi.

Seorang editor dari kamus sejarah tersebut, Prof Susanto Zuhri mengatakan bahwa Hasyim Asyari memang tidak ada dalam lema, tetapi ada di halaman yang lain, yakni pada laman pendiri NU.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini