Status Beralih Jadi ASN, Firli : Pegawai KPK Tetap Junjung Independensi

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 20 April 2021 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 337 2397883

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, memastikan pihaknya sangat menjunjung tinggi independensi pegawai lembaga antikorupsi, meski status kepegawaian beralih menjadi aparatur sipil negara (ASN).

"Terkait independensi pegawai KPK, kami yakinkan bahwa pegawai KPK akan tetap menjunjungi tinggi Independensi," ujar Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (20/4/2021).

Firli menjelaskan, pada proses pengalihan status pegawai dilakukan test asesmen indeks moderasi bernegara yang memastikan fakta independensi tersebut. Termasuk prosesnya telah memuat nilai-nilai netralitas.

"Independensi adalah marwah penegakan hukum. Marwah yang terkumpul dari setiap pribadi pegawai KPK. Kami pastikan tak pergi ke mana-mana," ucapnya.

Selain itu, kata Firli, peralihan status pegawai menguatkan independensi KPK. Sebab kesetiaan pegawai-pegawai KPK pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan pemerintah telah ditanam sejak proses rekrutmen sampai pembinaan dan kode etik KPK.

"Sehingga, pribadi yang mengutamakan tugasnya memberantas korupsi untuk mengamankan negara adalah independensi," ucapnya.

Baca Juga : Proses Peralihan Status Pegawai KPK Jadi ASN Masuk Tahap Wawancara

Rangkaian agenda asesmen telah berlangsung sejak 18 Maret sampai 7 April 2021. Sebanyak 1.362 pegawai tetap dan pegawai tidak tetap mengikuti assesment dengan BKN. Pegawai perlu lolos dari tes tersebut agar beralih status menjadi ASN. Akibat kondisi khusus, 11 pegawai belum mengikuti test. Tiga orang berstatus tugas sekolah di luar negeri dan delapan orang melaksanakan isolasi mandiri Covid-19.

"Status gagal atau lolosnya pegawai dalam alih status sangatlah ditentukan oleh individu pegawai sendiri karena erat kaitannya dengan sikap dan perilaku kesetiaan kepada pancasila, UUD 1945, NKRI dan Pemerintah. Netralitas pegawai ialah tidak terpengaruh dengan kekuasaan dan tidak menjadi alat kekuasaan, serta terbebas dari faham terorisme, radikalisme serta organisasi terlarang," tuturnya.

Baca Juga : Barbuk Dibawa Kabur, Dewas Minta KPK Cari Pembocor Info Penggeledahan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini