Barbuk Dibawa Kabur, Dewas Minta KPK Cari Pembocor Info Penggeledahan

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 20 April 2021 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 337 2397760 barbuk-dibawa-kabur-dewas-minta-kpk-cari-pembocor-info-penggeledahan-7mbAWLEJ9h.jpg Anggota Dewas KPK, Syamsuddin Haris. (Foto: Dok Okezone.com)

JAKARTA - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) telah menggelar Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas), terkait adanya kebocoran informasi mengenai penggeledahan kasus pajak pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Diketahui, akibat kebocoran informasi tersebut, tim penyidik KPK tidak mendapatkan hasil apapun usai melakukan penggeledahan di 2 lokasi, yakni kantor PT Jhonlin Baratama dan sebuah lokasi di Kecamatan Hampang, Kotabaru, Kalsel. Barang bukti di lokasi tersebut telah dibawa kabur menggunakan truk.

"Terkait dugaan kebocoran informasi penggeledahan, melalui Rakorwas Triwulan I dengan pimpinan pada Senin, tanggal 12 April 2021 yang lalu," ujar Anggota Dewas Syamsuddin Haris dalam keterangannya, Selasa (20/4/2021). 

Baca juga: Umumkan Pegawainya Curi Barbuk 1,9 Kg Emas, KPK: Tanggung Jawab untuk Jujur & Terbuka

Usai Rakorwas itu, Dewas pun memerintahkan Pimpinan KPK agar menindaklanjuti kebocoran informasi penggeledahan.

"Dewas telah meminta Pimpinan KPK untuk mengusut sumber kebocoran informasi tersebut agar pelakunya bisa ditindak," tegas Syamsuddin.

Baca juga: Barbuk Dibawa Kabur, KPK Tegaskan Penggeledahan PT Jhonlin Baratama Sesuai Prosedur

Diberitakan sebelumnya, KPK membenarkan bahwa barang bukti terkait penyidikan dugaan suap terkait pajak di Ditjen Pajak Kemenkeu, dibawa kabur.. 

"Berdasarkan informasi yang kami terima, benar Tim Penyidik KPK pernah mendapatkan informasi dari masyarakat adanya mobil truk di sebuah lokasi di Hampang yang diduga menyimpan berbagai dokumen terkait perkara yang sedang dilakukan penyidikan tersebut," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (12/4/2021).

"Namun setelah tim penyidik KPK datangi lokasi, truk tersebut sudah berpindah tempat dan saat ini kami sedang melakukan pencarian," tambah Ali.

KPK pun mengingatkan kepada pihak-pihak, khususnya PT Jhonlin Baratama, agar bersikap kooperatif terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 itu. 

"KPK mengingatkan kepada pihak-pihak yang dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan proses penyidikan yang sedang berlangsung dapat diancam pidana sebagaimana ketentuan Pasal 21 UU Tipikor," tegas Ali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini