KSAD Andika Perkasa: Lucky Matuan Bawa Kabur 70 Butir Munisi dan 2 Magasin

Riezky Maulana, iNews · Selasa 20 April 2021 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 337 2397711 ksad-andika-perkasa-lucky-matuan-bawa-kabur-70-butir-munisi-dan-2-magasin-wuOoYbQMjv.jpg Foto: Okezone

JAKARTA- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, Lucky Y Matuan, mantan anggota Yonif Raider400/Banteng Raiders yang membelot dan bergabung ke dalam Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), membawa dua unit magasin. Magasin tersebut berisikan 70 butir munisi berkaliber 5,55 milimeter.

(Baca juga: Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan)

Namun Andika memastikan, eks prajurit yang desertir tersebut sama sekali tidak membawa senjata saat bergabung ke OPM.

(Baca juga: Membelot ke OPM, Eks Prajurit Raider Lucky Matuan Khianati Negara dan Sapta Marga)

"Dibawa sama dia itu ada dua magasin, magasin itu rumahnya peluru. Rumahnya peluru yang dimasukan ke dalam senjata. Senjata dia tinggal, tetapi dua magasin dengan isi 70 butir munisi 5,56 milimeter dibawa," kata Andika di Mapomdam Jaya, Selasa (20/4/2021).

KSAD memastikan, Pratu Lucky sudah bisa dikenakan dengan aturan Kitab Umum Hukum Pidana Militer (KUHPM) lantaran Tidak Hadir Tanpa Izin (THTI) selama 30 hari lebih. Diketahui yang bersangkutan sudah meninggalkan satuannya sejak Februari lalu.

"Beberapa pasal sudah kita kenakan termasuk THTI atau tidak hadir tanpa izin yang setelah 30 hari kita sudah bisa memecat ya. Tetapi pencarian ke yang bersangkutan terus dilakukan baik secara fisik maupun elektronik, saya dapat laporan keberadaan tapi masih secara umum ada di Papua," ungkapnya.

Sebelumnya, salah seorang anggota TNI bernama Lucky Y Matuan dikabarkan membelot dari kesatuannya dan memilih bergabung ke Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Kabar membelotnya Lucky pun dikonfirmasi oleh Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom.

Sebby menjelaskan, alasan Lucky bergabung ke TPNPB lantaran dirinya merasa tak tega banyak warga sipil Orang Asli Papua yang diperlakukan tak wajar oleh TNI.

"Hal itu benar. Dia melihat orang asli Papua selalu dibunuh oleh TNI-Polri itu dia tidak tega melihat, termasuk pendeta dibunuh di depan mata dia," kata Lucky saat dikonfirmasi melalui pesan singkat," Jumat (16/4/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini