Membelot ke OPM, Eks Prajurit Raider Lucky Matuan Khianati Negara dan Sapta Marga

Rakhmatulloh, Sindonews · Selasa 20 April 2021 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 337 2397621 membelot-ke-opm-eks-prajurit-raider-lucky-matuan-khianati-negara-dan-sapta-marga-oBfErjgmlX.jpg Foto:Ist

JAKARTA- Satu orang prajurit TNI, Lucky Y Matuan dari kesatuan Yonif Raider400/Banteng Raiders membelot dan bergabung ke dalam Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Namun prajurit yang berkhianat itu, diketahui terjadi pada bulan Februari 2021.

(Baca juga:Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan)

Pengamat Intelijen dan Militer, Susaningtyas Kertopati menganggap, kasus Lucky Y Matuan, bisa dilihat dari berbagai sisi.

Susaningtyas menilai, yang bersangkutan dapat ditengarai kurang nasionalis serta tidak loyal pada sapta marga, sehingga dia pun layak disebut pengkhianat bangsa dan sepantasnya diadili oleh Pengadilan Militer.

(Baca juga: Ini Reaksi TNI Ada Mantan Prajurit Raider Berkhianat Gabung ke OPM)

"Sisi lain, dirinya tergalang oleh TPNPB dengan iming-iming yang bersifat pragmatisme," ujar perempuan yang akrab disapa Nuning saat dihubungi, Selasa (20/4/2021).

Dia melanjutkan, fenomena eks prajurit TNI yang membelot ke TPNPB adalah permainan opini sehingga mereka dapat mengklaim bahwa TNI saja simpati pada mereka. Padahal jumlahnya hanya segelintir saja.

"Jika kita bicara masalah ini maka pemerintah harus mengevaluasi penanganan opini ini," kata perempuan yang juga mantan Anggota Komisi I DPR RI itu.

Menurutnya, bila kita melihat perbagai peristiwa di Papua tentunya tepat bila itu dimasukan sebagai 'Insurgensi', yang mana kunci utama dalam mengalahkan insurgensi adalah negara harus mampu merebut dukungan publik, baik lokal, nasional dan internasional, serta menggunakan kekuatan minimum (minimum force) untuk menghindari korban kolateral anggota masyarakat yang tidak diperlukan sehingga masyarakat tidak antipati terhadap negara dan memberi simpati kepada kelompok insurgensi

Selain itu, kata Nuning, penting bagi negara untuk melakukan propaganda dan kontra propaganda yang terukur, efektif, efesien dan tepat sasaran. "Melalui hal tersebut, maka konstruksi sosial-politik yang membentuk opini publik dapat meminimalisir dukungan kepada kelompok insurgensi," tandasnya.

Nuning menerangkan bahwa insurjensi merupakan salah satu wujud peperangan asimetris. Fenomena gerakan insurjensi pada prinsipnya adalah perjuangan politik yang di lakukan oleh sekelompok masyarakat dalam suatu wilayah negara terhadap pemerintah yang memiliki suatu otoritas yang berdaulat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini