Pulau Baru Muncul di NTT Pasca-Badai Seroja, Ini Penjelasan BMKG

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 20 April 2021 09:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 337 2397559 pulau-baru-muncul-di-ntt-pasca-badai-seroja-ini-penjelasan-bmkg-2SDHLC5vR2.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Sebuah pulau baru muncul di Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca-badai siklon tropis Seroja yang menerjang pada 5 April 2021 lalu.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono menjelaskan, kemunculan semacam pulau ini diduga kuat adalah fenomena littoral drift atau longshore drift.

“Fenomena yang terjadi di perairan Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu munculnya semacam pulau kecil pasca terjadi badai tropis Seroja, menurut pribadi saya diduga kuat adalah fenomena littoral drift atau longshore drift,” ungkap Daryono dikutip dari media sosial pribadi miliknya, Selasa (20/4/2021).

Baca Juga: Gunung Ili Lewolotok Semburkan Awan Panas Setinggi 1.500 Meter

Daryono menjelaskan fenomena ini terjadi akibat adanya arus laut di sepanjang pantai yang dapat mengangkut material sedimen-sedimen dangkal dari pasir atau material lainnya.

“Adanya aliran dangkal yang membentuk hanyutan bahan rombakan ini memungkinkan terjadinya pengendapan material yang kemudian mengumpul dan terkonsentrasi di satu lokasi hingga membentuk semacam “pulau” yang memanjang,” paparnya.

Selain itu, Daryono mengatakan bahwa peristiwa terjangan badai Seroja yang terjadi beberapa waktu lalu, tentu mampu membangkitkan gelombang laut yang memiliki daya angkut material sangat signifikan hingga memungkinkan material tersebut terendapkan di suatu lokasi hingga membentuk “pulau”.

“Namun demikian pulau ini tidak akan bersifat permanen karena suatu saat dinamika laut akan menyebabkan terjadi abrasi hingga menjadikannya dasar laut lagi. Fenomena timbul dan tenggelam permukaan pulau pasir ini merupakan hal biasa,” katanya.

Baca Juga: KSAD Kerahkan Bantuan untuk Bangun Jembatan Pasca-Bencana di NTB dan NTT

Oleh karena itu, Daryono menegaskan bahwa hal ini bukan kemunculan pulau baru, hanya fenomena timbul dan tenggelam permukaan pulau pasir. “Kemunculan pulau baru? Bukan! Fenomena timbul dan tenggelam permukaan pulau pasir ini hal biasa,” tegasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini