Kisah Pesantren Internasional Sunan Giri yang Ditaklukkan Sultan Agung

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 20 April 2021 06:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 337 2397499 kisah-pesantren-internasional-sunan-giri-yang-ditaklukkan-sultan-agung-ttqkwASkT1.JPG Foto: Istimewa

JAKARTA - Dalam Babad Tanah Jawi diceritakan di Pesantren Giri Kedaton setelah wafatnya pendirinya Sunan Giri atau Sunan Raden Ainul Yaqin (Sunan Giri I), Giri kemudian menjelma menjadi sebuah Kedatuan bernama Giri Kedaton.

Giri Kedaton bukan hanya jadi pesantren dan pusat dakwah islam, namun juga menjadi sebuah kerajaan. Wilayah Giri Kedaton meliputi hampir dari semua wilayah di Gresik, Jawa Timur.

Giri Kedaton mengalami masa keemasannya pada masa pemerintahan Sunan Prapen (Sunan Giri IV). Pada waktu itu Giri Kedaton menjadi tempat dan pusat dakwah islam yang utama di Jawa. Hampir semua kejadian penting yang terjadi di jerajaan-kerajaan Islam di Jawa harus dilakukan di Giri Kedaton sebagai tanda patuh kepada Giri Kedaton.

Sunan Prapen jadi tokoh penting yang harus ada dalam setiap kejadian penting di Kerajaan-kerajaan Islam Jawa, termasuk dalam hal pelantikan Raja. Kewibawaan Giri Kedaton sangat besar.

Kewibawaan Giri Kedaton mengalami kemunduran saat ditaklukkan oleh Kesultanan Mataram di bawah pimpinan Sultan Agung. Sultan sebelumnya pernah meminta pihak Giri Kedaton yang di pimpin oleh Panembahan Kawis Guwa (Sunan Giri V) untuk patuh dan mengirim upeti pada Kesultanan Mataram.

Namun hal itu ditolak oleh Sunan Giri V sehinggamembuat Sultan Agung untuk merencanakan penaklukan terhadap Giri Kedaton.

Namun perwira pasukan Kesultanan Mataram tak ada yang menyanggupinya. Mereka tahu bahwa Giri Kedaton memiliki wibawa yang besar di Jawa dan keramat dari para Walisanga.

Sultan Agung kemudian memerintah Pangeran Pekik yang merupakan Keturunan Sunan Ampel untuk menaklukan Giri Kedaton.

Meskipun Pangeran Pekik diperintah Sultan untuk menaklukkan Giri Kedaton, dia berkali-kali membatalkan rencananya itu. Tak mungkin baginya yang merupakan keturunan Walisanga untuk menaklukkan Giri Kedaton.

Namun setelah dihasut oleh istrinya, Pangeran Pekik akhirnya mau menaklukkan Giri Kedaton. Giri Kedaton berhasil di taklukkan oleh Pangeran Pekik dan pasukan Kesultanan Mataram.

Maka Giri Kedaton sudah tidak memiliki wibawa lagi dan menjadi bawahan Kesultanan Mataram.

Kesultanan Mataram di bawah pimpinan Amangkurat II, Kembali Menyerang Giri Kedaton. Pada Penyerangan kali ini, Amangkurat II bersekutu dengan VOC. Penyerangan ini menandai keruntuhan dan akhir riwayat Giri Kedaton.

H.J. de Graaf dan T.H. Pigeaud dalam "Kerajaan Islam pertama di Jawa, tinjauan sejarah politik abad XV dan XVI " menuliskan Giri Kedaton atau Giri Gajah adalah sebuah Kedatuan dan Pusat Dakwah Islam di Gresik, Jawa Timur. Giri Kedaton di dirikan oleh salah seorang dari Anggota Walisanga Bernama Raden Ainul Yaqin atau lebih di kenal dengan sebutan Sunan Giri I.

Giri Kedaton didirikan pada tahun 1481. Pada awalnya Giri Kedaton ddiirikan sebagai Sebuah Pesantren dan Pusat Dakwah Islam di Jawa Timur, namun seiring dengan berjalannya waktu, Giri Kedaton menjelma sebagai Sebuah Kedatuan yang di pimpin oleh Sunan Giri I beserta keturunannya di Giri Kedaton.

Sebagai Pusat Dakwah Islam, tentu saja Giri Kedaton disegani oleh Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa. bahkan para Raja/Sultan sering meminta nasehat dan petunjuk di Giri Kedaton.

Sunan Giri I sebagai pendiri Giri Kedaton merupakan satu diantara dari anggota Walisanga yang sangat disegani. Beliau adalah putra dari Syekh Maulana Ishak, seorang Ulama asal Samarkand, Uzbekistan. dalam riwayat lain, silsilah Raden Ainul Yaqin atau Sunan Giri I terhubung dengan Nabi Muhammad SAW. Sunan Giri I pernah berguru pada Sunan Ampel di Surabaya saat di adopsi oleh Nyai Ageng Pinatih dengan Nama Joko Samodra.

Setelah Berguru pada Sunan Ampel, Sunan Giri I kemudian menuntut ilmu di negeri Pasai. Setelah menuntut ilmu di Pasai, maka beliau memutuskan untuk mulai berdakwah di Pulau Jawa yaitu tepatnya di Gresik, Jawa Timur. Di sana dia memulai berdakwah dengan mendirikan sebuah Pesantren dengan Nama Giri Gajah atau Giri Kedaton.

Pada saat ingin mendirikan Pesantren, Sunan Giri teringat pada pesan ayah nya untuk menemukan sebidang Tanah yang mirip dengan Tanah di Negeri Pasai. Maka beliau kemudian mencari tanah yang sekiranya mirip seperti tanah di Negeri Pasai. setelah mencari-cari, kemudian sampailah Sunan Giri I di suatu perbukitan di sekitaran Desa Sidomukti.

Pada saat sampai, beliau kemudian mencocokkan tanah nya dengan tanah yang di ambilnya di Negeri Pasai. Ternyata tanahnya sangat mirip dengan Tanah di Negeri Pasai. Kemudian mendirikan Pesantren dan Pusat Dakwah Islam dengan Nama Giri Gajah/Giri Kedaton. Tempat di dirikan pesantren itu cuacanya sejuk dan menenangkan, sehingga membuat siapa saja betah untuk berlama-lama di dalam Pesantren.

Dalam Jangka waktu 3 tahun, Giri Kedaton terkenal ke seluruh penjuru Nusantara. Calon Santri-santri di Pesantren Giri kemudian datang berbondong-bondong dari segala penjuru Nusantara. Para santri itu ada yang dari Maluku, Madura, Lombok, Makassar, dan Ternate.

Menurut babad Tanah Jawa, murid dari Sunan Giri I juga ada yang dari luar Nusantara, seperti Arab, Mesir, dan Tiongkok.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini