Didera Isu KLB, Pengamat Menilai PKB saat Ini Semakin Solid

Agregasi Sindonews.com, · Senin 19 April 2021 20:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 337 2397379 didera-isu-klb-pengamat-menilai-pkb-saat-ini-semakin-solid-Hv2hShzXWn.jfif Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Isu Kongres Luar Biasa (KLB) tak hanya menimpa Partai Demokrat, tapi juga dialami Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dipimpin Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Gus AMI.

Menanggapi hal itu, Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak mengatakan, PKB di bawah kepemimpinan Gus Ami semakin solid. Menurut Zaki, dari segi perolehan suara. sejak Pemilu 2014, posisi PKB semakin diperhitungkan.

"Suaranya PKB naik signifikan dibanding sebelumnya saat didera konflik," kata Zaki dalam keterangannya, Senin (19/4/2021).

Baca juga:  Isu KLB PKB, Pengamat: Gus AMI Sulit Dikalahkan, Menang Lawan Gus Dur dan Gabung Koalisi Pemerintah

Dia mengatakan, tren positif ini terlihat kembali dalam survei terbaru Charta Politica beberapa waktu lalu.

"PKB berada di 3 besar. Perkembangan ini tidak boleh membawa PKB terlena karena situasi berjalan sangat dinamis. Mudah terjadi perubahan," tuturnya.

Baca juga:  Isu KLB di Internal PKB, Pengamat: Bisa Menjadi 'Bola Salju' bagi Gus AMI

Lalu, kata Zaki, selama periode kepemimpinan Gus Ami, PKB menjadi semakin solid. "Jauh lebih solid jika dibanding masa-masa sebelumnya yang sarat konflik. Muhaimin mampu memanage PKB lebih dinamis," tuturnya.

Kata Zaki, beberapa potensi konflik bisa diatasi Muhaimin Iskandar, sehingga tidak meruncing dan berdampak serius.

"Memang tidak semua pihak terpuaskan, tapi hal ini tentunya wajar, fenomena yang terjadi di semua Parpol," imbuhnya.

Zaki mengatakan, jika dicermati tren positif PKB memang tidak bisa dipisahkan dari strategi dan kepemimpinan Gus Ami yang lebih kreatif. Hal tersebut, kata dia, jika dibandingkan Ketum Parpol lainnya.

"Pada pemilu 2014 ia menggandeng musisi Ahmad Dhani dan Bang Haji Rhoma Irama misalnya yang ternyata dampak elektoralnya luar biasa. Ia juga cukup berhasil dalam menjaga hubungan baik dengan NU, dengan para kiai dan santri. Sekaligus pintar merangkul kaum milenial yang jumlahnya sangat besar," ungkapnya.

Ia pun menilai, PKB sejauh ini berhasil dalam positioning dirinya sebagai kekuatan religius yang nasionalis, mengintegrasikan wawasan keagamaan dan kebangsaan dan sebagai pengusung moderatisme beragama.

"Berada di titik spektrum tengah. Jika mampu dijaga secara konsisten, hal ini akan menjadi poin positif bagi PKB kedepannya yang membedakan dengan Parpol 2 lainnya," katanya.

Terkait dengan wacana muktamar luar biasa (MLB) PKB, dia menilai berharap ada rekonsiliasi yang melibatkan pihak-pihak terkait. Menurut Zaki, semua persoalan harus didiskusikan dan dibicarakan bersama.

Dirinya percaya bahwa PKB sebagai partai yang terbuka, inklusif, mampu mengatasi perbedaan-perbedaan pandangan yang ada.

"Sayang sekali jika PKB kembali didera konflik dan terpecah belah seperti era sebelumnya. Menurut saya KLB sama sekali bukan solusi, justru bisa-bisa membuat partai kaum Nahdliyin ini terpuruk. Yang terbaik adalah membangun dialog dan bersama-sama bersinergi membesarkan PKB," tuturnya.

Menurut dia, prinsipnya adalah demokrasi yang sehat dan kuat sangat dipengaruhi oleh dinamika kepartaian yang juga sehat. Dia berpendapat, jika peran dan fungsi Parpol lemah atau dilemahkan, akan membawa kerugian besar bagi stabilitas politik dan demokrasi, termasuk kerugian dalam kehidupan bernegara.

Dia menjelaskan, salah satu fungsi pemerintah adalah menjaga dinamika kepartaian tetap kondusif. Karena itu, menurut dia, pemerintah jangan sampai terlibat dalam intervensi-intervensi terhadap urusan internal Parpol.

"Pemerintah juga dituntut bersikap tegas menindak oknum-oknum yang menyalahgunakan kekuasaannya menganggu partai-partai politik. Biarkan Parpol menjadi mandiri dan tumbuh berkembang dengan sehat," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini