KSAD, Menkes dan Kepala BPOM Teken Nota Kesepahaman Penelitian Sel Dendritik

Riezky Maulana, iNews · Senin 19 April 2021 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 337 2397376 ksad-menkes-dan-kepala-bpom-teken-nota-kesepahaman-penelitian-sel-dendritik-6tJkCAXWjK.jpg Penandatanganan nota kesepahaman penelitian sel dendritik. (Foto: Riezky Maulana)

JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala BPOM Penny Lukito menandatangani nota kesepahaman penelitian berbasis pelayanan menggunakan sel dendritik untuk meningkatkan imunitas terhadap Covid-19, Senin (19/4/2021), di Mabesad, Jakarta Pusat.

Penandatanganan itu turut disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhajir Effendy.

Baca juga: Usai Takziah, 34 Warga Satu Dusun di Gunungkidul Positif Covid-19

Penelitian tersebut akan dilakukan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Selain berpedoman pada kaidah penelitian sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan, penelitian ini juga bersifat autologus, yang hanya dipergunakan untuk diri pasien sendiri. Sehingga, hal ini tidak bisa dikomersialkan dan tidak diperlukan persetujuan izin edar.

Untuk diketahui, penelitian tersebut bukanlah kelanjutan dari uji klinis adaptif fase satu vaksin yang berasal dari sel dendritik autolog yang sebelumnya diinkubasi dengan spike protein, subjek yang tidak terinfeksi, dan tidak terdapat antibodi anti Covid-19.

Baca juga: 10.966.934 Orang Indonesia Telah Jalani Vaksinasi Covid-19

Hal itu dikarenakan uji klinis fase 1 yang sering disebut berbagai kalangan sebagai program Vaksin Nusantara, masih harus merespons beberapa temuan BPOM. Adapun temuan BPOM yang harus ditindaklanjut yakni bersifat penting.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini