Habib Rizieq Seret Nama Aher soal Ponpes Agrokultural Markaz Syariah

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Senin 19 April 2021 17:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 337 2397284 habib-rizieq-seret-nama-aher-soal-ponpes-agrokultural-markaz-syariah-Lgnzn3WWkn.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Terdakwa kasus kerumunan Petamburan dan Megamendung, Habib Rizieq Shihab (HRS) mengaku pembangunan pondok pesantren Agrokultural Markaz Syariah telah mendapatkan izin pejabat setempat. Ketika itu, kata Rizieq, Ahmad Heryawan alias Aher selaku Gubernur Jawa Barat dan Rahmat Yasin selaku Bupati Bogor.

(Baca juga: Tampil Gahar! Ini Seragam Baru Kopassus yang Sulit Terdeteksi Musuh)

Dalam sidang yang menghadirkan saksi atas kasus kerumunan Megamendung, Camat Megamendung Hendi Rismawan mengatakan, belum pernah kedatangan tamu dari pondok pesantren milik Habib Rizieq Shihab terkait adanya peletakan batu pertama pondok pesantren.

"Saya mohon maaf pak Camat selama ini pihak pesantren belum silahturahmi ke Pak Camat," kata Habib Rizieq Shihab dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (19/4/2021).

(Baca juga: Diselingkuhi Tunangan, Wanita Cantik Ini Bakar Ratusan Souvenir Pernikahannya)

Diketahui kedatangan Habib Rizieq Shihab ke Megamendung tidak lain untuk melakukan peletakan batu pertama pondok pesantren Agrokultural Markaz Syariah. Dia menjelaskan bahwa pondok pesantren asuhannya ini berdiri sejak tahun 2013.

"Waktu itu pak Camat sudah menjabat apa belum," tanya Habib Rizieq Shihab.

"Belum, saya baru menjabat tanggal 19 bulan September tahun 2019," jawab Camat Megamendung.

Dikatakan Rizieq, lantaran tahun 2020 ketika itu masuk dalam situasi pandemi maka pihaknya belum dapat melakukan silahturahmi. "Bapak bertugas di sana karena Pak Camat bertugas 2019 dan 2020 sudah pandemi, dan pihak pesantren sampai hari ini belum bisa bersilaturahmi ke Pak Camat, saya ingin sampaikan bukan pihak pesantren tidak punya etika, tapi memang situasi kondisi Anda baru jadi camat," ungkapnya.

Menurut dia, pembangunan pondok pesantren Agrokultural Markaz Syariah sudah lebih dulu mendapatkan izin dari Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bogor. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan peletakan batu pertama yang merupakan acara internal tidak diperlukan izin.

"Kami tidak berani bangun pesantren tanpa izin dari Pak Camat, dan rekomendasi dari camat lama, kami bahkan dapat dari pak bupati yang dulu, Pak Rahmat Yasin sebelum Ibu Ade Yasin. Kami juga dapat rekomendasi dari Gubernur Ahmad Heryawan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini