Pasien Rawat Inap Wisma Atlet Meningkat, Ini Dugaan Penyebabnya

Antara, · Senin 19 April 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 337 2397282 pasien-rawat-inap-wisma-atlet-meningkat-ini-dugaan-penyebabnya-8szg8PLInB.jpeg Wisma Atlet. (Foto: Antara)

JAKARTA - Jumlah pasien rawat inap Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, meningkat jadi 25 persen dari total kapasitas, jika dibandingkan pada pekan lalu.

Komandan Lapangan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Letkol Laut Muhammad Arifin menyebutkan, dalam dua hari pada akhir pekan lalu, okupansi atau keterisian pasien meningkat dari 21 persen menjadi 25 persen. 

"Mungkin efek dari liburan panjang dua minggu lalu (Paskah), jadi efeknya sekarang. Ya polanya seperti itu, kalau libur panjang pasti naik," kata Arifin saat ditemui di Galeri Nasional Jakarta, Senin (19/4/2021).

Baca juga: Perangi Covid-19, TNI AD Terima 2 Ambulans Mini ICU

Letkol Muhammad Arifin menjelaskan bahwa meski tidak signifikan, peningkatan pasien terjadi diduga karena dampak libur panjang pada peringatan Paskah awal April lalu.

Ada pun berdasarkan data yang diperoleh, jumlah pasien rawat inap terkonfirmasi positif pada Minggu (11/4) mencapai 1.363 orang, sedangkan pada pekan lalu, Minggu (18/4), jumlah pasien mencapai 1.510 orang.

Baca juga: Kasus Covid-19 Bertambah 4.952, Jabar Nomor Wahid

Arifin menjelaskan bahwa kondisi libur panjang memang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan mobilitas.

Namun, momentum libur panjang juga menjadi salah satu penyumbang meningkatnya tren jumlah pasien rawat inap di Wisma Atlet Kemayoran. 

Oleh karena itu, pihaknya mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan pasien positif Covid-19 menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri pada Mei mendatang.

"Lebaran jangan sampai tidak ada aturan yang tidak ketat dari pemerintah karena akan membahayakan kita sendiri. Intinya masyarakat harus patuh dan taat aturan," kata dia.

Arifin mengimbau agar masyarakat dapat mematuhi larangan mudik yang ditetapkan pemerintah pada 6-17 Mei 2021, sehingga kasus lonjakan pasien positif tidak terulang seperti tahun lalu. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini