Siklon Tropis Surigae Diprediksi Melemah, BMKG: Tetap Waspada Dampak Cuaca Ekstrim

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 19 April 2021 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 337 2396894 siklon-tropis-surigae-diprediksi-melemah-bmkg-tetap-waspada-dampak-cuaca-ekstrim-0H9GDZYIgb.jpg Siklon Tropis Surigae.(Foto:Antara)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi intensitas siklon tropis Surigae dalam 24 jam ke depan akan melemah dan bergerak menjauhi wilayah utara Indonesia.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo mengatakan, siklon tropis Surigae saat ini berada pada posisi Siklon Tropis berada di Samudera Pasifik timur Filipina, 13.5 Lintang Utara, 126.8 Bujur Timur (sekitar 1.140 km sebelah utara Tahuna).

Baca Juga: Siklon Tropis Surigae Meningkat, 9 Provinsi Diminta Siaga

“Siklon bergerak menuju ke Barat, yakni barat laut dengan kecepatan 5 knots (9 km/jam) menjauhi wilayah Indonesia, sementara kekuatannya 115 knots (215 km/jam) dan tekanan 900 hPa,” ungkapnya dari keterangan yang diterima, Senin (19/4/2021).

Baca Juga: Apa Beda Siklon Tropis Surigae dan Seroja? Ini Penjelasan BMKG

Berdasarkan kajian itu, BMKG memprediksi posisi siklon tropis Surigae ini pada tanggal 19 April 2021 pukul 19.00 WIB akan berada di Samudera Pasifik timur Filipina, 15.0 Lintang Utara, 126.5 Bujur Timur (sekitar 1.300 km sebelah utara Tahuna).

Siklon tropis Surigae juga akan mengarah ke utara dengan kecepatan 4 knots (7 km/jam) terus bergerak menjauhi wilayah Indonesia, sementara kekuatannya berkurang menjadi 110 knots (205 km/jam) dan tekanan 905 hPa.

Meski siklon tropis Surigae ini diprediksi akan melemah, namun BMKG mengingatkan bahwa ada dampak tidak langsung terhadap cuaca di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.

Cuaca ekstrim itu diantaranya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir, serta angin kencang di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, dan Papua Barat.

Kemudian, tinggi gelombang 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Kalimantan Utara, Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi bagian Barat, Perairan selatan Kep. Sangihe, Perairan Kep. Sitaro, Perairan Bitung-Likupang, Perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, Perairan Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Biak, hingga Jayapura, Samudra Pasifik utara Papua.

Selain itu, tinggi gelombang 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Laut Sulawesi bagian tengah dan timur, Perairan utara Kep. Sangihe, Perairan Kep.Talaud, Samudra Pasifik Utara Halmahera bagian selatan, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat.

Kemudian, tinggi gelombang 4-6 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik utara Halmahera bagian Utara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini